BANTENRAYA.COM – PGN mencatatkan pemakaian gas industri sekitar 50,13 Billion British Thermal Unit per Day (BBTUD) atau miliar unit termal Inggris per hari.
Di mana, pada 2026 diharapkan juga pasokannya akan tetap terjaga dan PGN terus melakukan koordinasi dan proyeksi pemakaian gas bumi bersama para industri.
General Manager PGN SOR II Iwan Yuli Widyastanto mengatakan, pihaknya Bersama 56 pelanggan industri di Kota Cilegon melakukan penyelarasan proyeksi pemakaian gas bumi pada 2026.
BACA JUGA: Dikenal Tajir Melintir, Nagita Slavina Bocorkan Amalan ‘Jalur Langit’ yang Sering Dilakukan
Sinkronisasi dilakukan untuk Menyusun proyeksi pemakaian gas dan juga mengevaluasi realisasi pemakaian gas pada 2025 lalu sebanyak 50,13 (BBTUD).
“Melalui forum komunikasi yang terbuka dan kolaboratif ini, kami ingin memahami kebutuhan pelanggan secara lebih spesifik sehingga dapat memperkuat sinergi jangka panjang. Dengan perencanaan yang matang untuk 2026, PGN dan pelanggan industri optimistis dapat mendorong pertumbuhan ekosistem industri yang berdaya saing,” katanya, Selasa (3/3)
Iwan menyampaikan, harmonisasi antara PGN sebagai penyedia energi dan pelanggan sebagai pengguna menjadi pondasi penting dalam menopang aktivitas industri di Cilegon.
“Saat ini, pelanggan PGN di wilayah tersebut berasal dari berbagai sektor, antara lain kimia, logam dasar, fabrikasi logam, makanan, semen, tekstil, dan sektor lainnya,” jelasnya.
Iwan menyatakan, sebagai kawasan dengan tingkat konsumsi gas yang tinggi dan dinamis, Cilegon memerlukan perencanaan suplai yang presisi.
Karena itu, selain membahas proyeksi kebutuhan, PGN juga menyampaikan outlook pasokan gas ke depan.
“Termasuk peran Liquefied Natural Gas (LNG) sebagai salah satu alternatif untuk menjaga ketahanan pasokan,” jelasnya.
Sebagai Subholding Gas Pertamina, lanjut Iwan, PGN terus berupaya meningkatkan keandalan layanan dan menjaga kepercayaan pelanggan melalui koordinasi intensif dan perencanaan yang terukur.
“Komitmen kami adalah memastikan gas bumi tetap tersedia secara andal untuk mendukung keberlangsungan operasional industri,” tukasnya. (Uri) ***















