BANTENRAYA.COM – Warga Cilegon mengaku rugi jutaan rupiah usai banjir yang melanda di Kota Cilegon pekan lalu.
Harta benda baik itu barang elektronik, furniture hingga kendaraan terendam banjir setinggi 1,5 meter.
Salah satunya Cikal warga terendam banjir di Kecamatan Cibeber, Cilegon, mengaku, terpaksa meninggalkan motornya di kontrakan karena air sudah meluap.
“Yah sudah 3 kali banjir motor di taruh saja di kontrakan. Menyelamatkan diri dan orang menjadi pennting. Sudah enggak kepikiran untuk menyelamatkan benda di Cilegon,” katanya, Sabtu 17 Januari 2026.
Cikal menjelaskan, motor tersebut menjadi penting. Hal itu karena dirinya berprofesi sebagai ojek online.
“Yah harus di bengkel dulu dan itu butuh uang. Tidak bisa mengojek,” jelasnya.
Hal sama disampaikan Ade, ia mengaku tidak berjualan selama banjir karena rumah terendam.
BACA JUGA : Pemkot Cilegon Bakal MoU dengan BKN Sebelum Penerapan Manajemen Talenta
“Terpaksa tidak jualan saat banjir itu. Jadi mau bagaimana lagi. Sementara kebutuhan tetap jalan,” pungkasnya. (***)















