BANTENRAYA.COM – 33.910 orang menyeberang dari Jawa ke Sumatera pada H+1 Nataru. Dimana, angka tersebut. turun usai kemarin menjadi puncak Angkutan Nataru dengan 186 ribu orang menyeberang.
Dengan situasi lelangnya perjalanan, diharapkan masyarakat bisa mengatur ritme perjalanan, sehingga nantinya tidak terjadi penumpukan di pelabuhan usai nataru.
Direktur Utama Heru Widodo mengatakan, situasi tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk mengatur perjalanan dari jauh hari usai libur nataru.
“Kami mengimbau pengguna jasa agar tidak menunggu puncak arus balik. Dengan kuota yang masih tersedia, masyarakat dapat memilih waktu perjalanan yang lebih nyaman dan terhindar dari kepadatanusai nataru,” ujarnya.
BACA JUGA : Libur Nataru, BMKG Imbau Masyarakat Waspadai Potensi Hujan Lebat di Sejumlah Daerah
Heru menegaskan, operasional penyeberangan dilaksanakan mengikuti kebijakan yang telah ditetapkan, dengan ASDP berfokus pada kesiapan layanan bagi pengguna jasa.
“Kami akan terus berfokus dan siaga,” ucapanya.
Corporate Secretary Windy Andale menambahkan, disiplin terhadap jadwal dan kesiapan perjalanan menjadi kunci kelancaran arus balik.
“Kami mengimbau masyarakat untuk memantau informasi resmi, memastikan tiket telah dimiliki sebelum tiba di pelabuhan, serta mengatur waktu perjalanan dengan baik. Selain itu, pengguna jasa diminta mewaspadai potensi cuaca ekstrem di sejumlah lintasan dan selalu mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama,” ungkapnya. (***)
















