BANTENRAYA.COM – Masyarakat Banten rupanya penyuka jengkol. Itulah yang menyebabkan permintaan akan jengkol di Provinsi Banten selalu tinggi. Pada bulan Juli ini, harga jengkol tembus di angka Rp80 per kilogram (kg).
Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten Babar Suharso, meski jengkol merupakan buah musiman, namun permintaan di Provinsi Banten sangat tinggi.
Sementara pertanian Provinsi Banten sendiri sangat minim produksi jengkol sehingga jengkol harus didatangkan dari luar Banten.
Baca Juga: Pemuda Kota Serang Minta SPMB Harus Ada Perbaikan Karena Banyak Warga Mengeluh
“Jengkol itu musiman tapi konsumsi di kita tinggi. Sekarang satu kilogram Rp80 ribu,” kata Babar, Selasa (15/7/2025).
Babar mengungkapkan, sebelumnya Pemerintah Provinsi Banten pernah memiliki program untuk menanam pohon jengkol. Dia ingat, sebelumnya mencoba menanam pohon jengkol di lahan seluas 100 hektare milik Perhutani.
Sayang program penanaman jengkol tidak terlalu disukai petani karena investasinya yang lama. Diketahui, penanaman pohon jengkol baru akan bisa menghasilkan buah selama empat tahun.
Baca Juga: Pelat Nomor Thailand di Operasi Patuh Maung 2025 Kota Serang, Netizen: Ada-ada Aja Kelakuannya
Sementara para petani menginginkan pertanian yang hasilnya cepat seperti tanaman hortikultura. Karena itu, para petani lebih suka menanam padi, jagung, dan semacamnya yang cepat panen.
“Sebetulnya dulu kan pernah kita punya program tanam jengkol tapi dianggapnya tidak ekonomis karena investasinya kan empat tahun baru panen. Sementara yang diinginkan petani yang cepet panen seperti padi dan jagung,” kata Babar.
“Seingat saya sudah beli bibit smapai dengan 20 juta dibagikan ke petani penggarap. Seharusnya sih sudah panen. Saya nnggak tahu sekarang karena itu temen-temen pertanian,” lanjutnya.
Baca Juga: Gubernur Banten Andra Soni Ikut Tren Pacu Jalur di Sungai Cibanten, Langsung Aura Farming
Karena produksi di daerah tidak ada, sementara permintaan akan jengkol begitu tinggi, maka mau tidak mau jengkol didatangkan dari Jawa Barat dan Lampung. Sebab jengkol tidak ada di Banten.
Diketahui, pada tahun 2020 Pemerintah Provinsi Banten pernah merencanakan penanaman pohon jengkol di lahan seluas 100 hektare dari rencana seluas 1.010 hektare.
Pengadaan pohon jengkol ditargetkan mencapai 1.00 batang menggunakan APBD Provinsi Banten tahun 2020.
Pohon-pohon jengkol itu ditanam di lahan milik Perum Perhutani KPH Banten yang berlokasi di Desa Cimanyangray, Kecamatan Gunung Kencana, Kabupaten Lebak. Bahkan, program ini juga didukung oleh Kementerian Pertanian RI.
Rencana penanaman pohon jengkol itu terjadi saat masa Gubernur Banten Wahidin Halim karena jengkol menjadi salah satu pemicu inflasi di Provinsi Banten. ***

















