BANTENRAYA.COM – Program Makan Bersama Gratis (MBG) yang direncanakan dimulai pada Senin (6/1) di Provinsi Banten, hingga kini belum terealisasi.
Program yang menjadi prioritas nasional dari Presiden Prabowo Subianto tersebut, ternyata masih terkendala, terutama terkait mekanisme penyediaan makanan yang belum jelas.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten, Tabrani, mengungkapkan bahwa pihaknya masih belum mengetahui secara pasti bagaimana cara penyediaan makanan untuk program MBG ini.
Baca Juga: Merusak Segel dan Buka Akses Baru, Pemkot Serang Laporkan 10 THM ke Polres
Menurutnya, mekanisme tersebut masih dalam tahap pembahasan, apakah makanan akan disediakan oleh pihak ketiga melalui lelang atau langsung oleh Dindikbud Banten dan sekolah-sekolah.
“Nah itu yang belum saya tahu, masih dalam proses,” ujar Tabrani singkat saat ditemui di Pendopo Gubernur Banten pada Senin (6/1/2025).
Adanya pernyataan tersebut, menunjukkan adanya ketidakpastian dalam persiapan teknis yang menghambat dimulainya pelaksanaan program MBG di Banten.
Baca Juga: Provinsi Banten Masuk Lima Besar Inflasi Tertinggi, Defisit Cabai Jadi Sorotan
Padahal, saat ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten sudah mengalokasikan anggaran sesuai petunjuk teknis (juknis), yakni sebesar empat persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Tabrani mengungkapkan bahwa, pelaksanaan program MBG di provinsi ini masih belum dapat dilaksanakan.
Ia menambahkan, alokasi anggaran yang telah disiapkan mencapai Rp311 miliar, namun teknis pelaksanaannya masih harus menunggu keputusan lebih lanjut.
Baca Juga: Defisit Anggaran, Pemkot Cilegon Janji Akan Segera Lakukan Pembayaran yang Tertunda
“Anggarannya sudah siap, namun pelaksanaannya masih belum bisa dilakukan,” jelasnya.
Saat ditanya lebih lanjut mengenai kapan program MBG akan dimulai, Tabrani enggan memberikan penjelasan lebih detail terkait alasan ketidakjelasan pelaksanaan program ini.
Kendati demikian, Tabrani mengungkapkan bahwa beberapa sekolah di Banten, seperti SMK Negeri 8 Kota Serang dan SMK Negeri 3 Kota Tangerang, sudah melakukan uji coba program MBG.
Baca Juga: Ada Potensi Perubahan Sistem, Pokmas Kelurahan Purwakarta Tunggu Kepastian Juknis Salira 2025
Ia juga menerangkan, uji coba tidak hanya dilakukan di SMK, tetapi juga di SD dan SMP yang berada di bawah kewenangan kabupaten dan kota.
“Insya Allah anggarannya sudah siap. Nanti pelaksanaannya akan dilakukan secara bertahap, di luar yang sudah uji coba. Meskipun secara nasional hari ini sudah dimulai, di Banten kita menunggu detail teknis yang akan diberikan oleh Badan Gizi Nasional (BGN),” ungkapnya.
Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Penjabat (Pj) Gubernur Banten, Ucok Abdulrauf Dementa menambahkan bahwa, meskipun program MBG merupakan salah satu prioritas nasional, pelaksanaannya di Provinsi Banten masih belum terlaksana.
Baca Juga: Naik 20 Persen Sejak Era Helldy, TPP ASN Kota Cilegon Dibayar Rp40 Miliar Per Bulan
Dementa mengaku hingga saat ini pihaknya belum menerima informasi resmi terkait pelaksanaan program MBG di Banten.
“Saya tadi sudah berbicara dengan salah satu deputi di BGN melalui telepon, dan memang beberapa daerah lain sudah memulai uji coba. Namun, kami di Banten belum mendapatkan kabar secara resmi. Artinya, program ini belum dilaksanakan di sini. Mungkin hari ini atau besok baru akan ada kabar resmi dari BGN,” ujar Dementa.***
















