BANTENRAYA.COM – Penanaman modal di Bank BJB oleh Pemerintah Kota atau Pemkot Cilegon dinilai akan meningkatkan pendapatan daerah.
Pendapatan daerah bisa diperoleh dari deviden yang diterima atas keuntungan Bank BJB.
Di mana, rencana penambahan saham Pemkot Cilegon di Bank BJB saat ini telah diperkuat oleh Peraturan Daerah atau Perda tentang Penambahan Penyertaan Modal Pemerintah Daerah Kepada Bank BJB yang disahkan pada Jumat, 29 November 2024 lalu.
Namun, meski Perda telah disahkan tidak serta merta Pemkot Cilegon menggelontorkan uangnya pada tahun ini juga.
Baca Juga: Bermodalkan Lahan 10 Hektare, Pemkot dan Polres Cilegon Ungkap Trik Jitu Berantas Pengangguran
Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan atau Bappedalitbang Kota Cilegon Syafrudin mengatakan, rencana penambahan saham di Bank BJB dalam rangka kebijakan meningkatkan fiskal non Pemerintah Kota atau Pemkot Cilegon yang dapat mendorong kemandirian daerah.
“Deviden dari Bank BJB nanti menjadi pendapatan kita (Pemkot Cilegon). Penyertaan modal yang saat ini, kuotanya sudah habis sekitar 24 miliar sekian, nah kalau Bank BJB mau melempar saham lagi ke pemerintah daerah, tentu persentase saham yang dimiliki Pemkot Cilegon akan turun,” paparnya.
Saat ini, saham yang dimiliki Pemkot Cilegon di Bank BJB sebesar 0,61 persen dengan nilai Rp 24.999.998.755.
Jumlah tersebut juga dinilai masih lebih kecil dibandingan dengan pemerintah daerah lain di Provinsi Banten.
Baca Juga: Usulan Buruh Diabaikan, UMK 2025 Kabupaten Serang Naik Tak Sampai Rp300 Ribu
“Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, sahamnya sudah di atas 1 persen,” papar Syafrudin.
Syafrudin menjelaskan, jika Bank BJB kembali melempar penjualan saham ke pasar, Pemkot Cilegon sudah siap untuk menambah penyertaan modal setelah adanya Perda yang telah disahkan.
“Tapi, penyertaan modal melihat kondisi keuangan Pemkot Cilegon. Tidak juga Perda sudah disahkan kemarin, hari ini kita langsung menaruh uangnya di Bank BJB, tidak begitu juga,” paparnya.
Menurut Syafrudin, dari sejak 2010 lalu, sudah lebih Rp 24,9 miliar yang telah ditanamkan di Bank BJB, dan keuntungan atau deviden yang sudah mencapai Rp 82 miliar lebih.
Baca Juga: Angka Putus Sekolah di Banten Bikin Kaget Anggota DPR RI: Jangan Cuma Ditonton!
“BJB ini bank pembangunan daerah terbaik se Indonesia, jadi potensinya sangat bagus. Dalam penanaman modal ini, juga ada naskah akademisnya, ada kajiannya,” tegasnya.
Syafrudin menambahkan, penyertaan modal Pemkot Cilegon kepada Bank BJB merupakan investasi langsung yang menguntungkan berdasarkan hasil analisa investasi.
“Selanjutnya sehubungan dengan kuota penyertaan modal dalam Perda Penyertaan Modal telah terpenuhi maka perlu disusun Perda baru dengan total tambahan modal Rp 75 miliar, sehingga secara akumulatif menjadi Rp 100 milyar,” kata pria yang juga sebagai Asda III Setda Kota Cilegon.
“Perlu kami jelaskan bahwa angka Rp 100 miliar adalah angka yang ditentukan secara jangka panjang dan baru dapat dipenuhi setelah mendapat penawaran right issue dari Pihak BJB dan tentunya dengan memperhatikan kemampuan keuangan daerah,” ucapnya.
Menurut Syafrudin, untuk penawaran setoran modal melalui right sssue untuk tahun anggaran 2026, Pemkot Cilegon mendapatkan porsi kurang lebih Rp 9,9 milyar sesuai kepemilikan saham sebesar 0,61 persen, yang apabila tidak terpenuhi maka kepemilikan saham Pemerintah Kota Cilegon akan terdelusi.
“Secara profiling Bank BJB merupakan bank yg terpercaya dengan reputasi baik dan pengelolaan yang sehat. Disamping itu, sejauh ini pengelolaan Rekening Kas Umum Daerah melalui BJB dilaksanakan dengan baik, sehingga berdasarkan pertimbangan tersebut, Pemkota Cilegon melakukan tambahan penyertaan modal ke BJB,” ucapnya.***

















