BANTENRAYA.COM – Dua pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Banten mengikuti debat ketiga di studi Metro TV, Rabu (20/11/2024).
Debat yang merupakan debat terakhir ini mengambil tema “Sinergi pembangunan daerah dan pusat dalam rangka memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia”.
Dalam paparannya, calon Gubernur Banten nomor urut 01 Airin Rachmi Diany mengatakan, pemerintah pusat telah menetapkan RPJMN 2025-2029 yang mengambil visi “Bersama Indonesia maju menuju Indonesia Emas 2045”.
Baca Juga: 2 Tahun Keliling Kabupaten Serang, Andika Hazrumy Sudah Kunjungi Nyaris Seribu Titik
Dia mengklaim, visi RPJMN ini sesuai dengan visi yang dia buat dengan wakilnya yaitu Banten Maju Bersama.
Di mana dalam visi itu, mengedepankan kebersamaan dan kolaborasi, termasuk kolaborasi antara pemeirntah daerah dengan pemerintah pusat.
Calon Wakil Gubernur Banten nomor urut 01 Ade Sumardi menambahkan, visi misi yang dibuat Airin dan Ade sudah sesuai dengan apa yang menjadi arah kebijakan pemerintah pusat. Visi misi mereka juga telah sesuai dengan aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat yang mereka tamui di lapangan.
Baca Juga: Tampung Opsen Pajak, Pjs Walikota Cilegon Siap Buka Rekening Bank Banten
Ade mengatakan, masyarakat mengeluh soal banyak pengangguran, lalu dijawab dengan program Airi-Ade yaitu BLK mobile. Masyarakat mengeluh jalan rusak, dijawab dengan program yaitu jalan poros desa.
“Artinya bahwa visi misi Airin Ade merupakan jawaban dari keluh kesah rakyat Banten,” kata Ade.
Calon Gubernur Banten nomor urut 02 Andra Soni mengatakan, dia telah merumuskan visi misi dalam “Banten maju, adil, merata, tidak korupsi”. Dia mengklaim hal ini telah sesuai dengan asta cita Prabowo Subianto dan Gibran. Program yang dibuatkan pun sudah disesuaikan berdasarkan pengalaman hidup yang dia alami selama ini di Banten.
Baca Juga: BRI Menang Penghargaan Best API Initiative Berkat Inovasi BRIAPI
“Ada 3 masalah penting yaitu infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan,” kata Andra.
Karena itu, dia akan mewujudkan infrastruktur yang berkeadilan untuk seluruh wilayah Provinsi Banten, membuat masyarakat Banten yang berkualitas dan berdaya saing sehingga bisa mengurangi pengangguran.
Selain itu, pendidikan di Banten yang masih rendah menurutnya juga masih bisa dikejar. Upayanya adalah dengan sekolah gratis. Selain itu, pelayanan kesehatan yang berkeadilan.
Baca Juga: Hati-hati Penyalahgunaan Data, Warga Cilegon Dilarang Gunakan Calo untuk Urus Pajak Kendaraan
Calon Wakil Gubernur Banten nomor urut 02 Dimyati Natakusumah mengatakan, pihaknya memiliki 8 program, salah satunya adalah membangun infrastruktur, baik infrastruktur offline maupun infrastruktur online.
Infrastruktur offline yang dimaksud adalah infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan lainnya. Sementara sehingga menghilangkan gap antara infrastruktur online misalnya adalah aplikasi dan digitalisasi. Dengan demikian, maka akan menghilangkan gap antara Banten Selatan dan Banten Utara.
“Intinya agar masyarakat Banten sejahtera,” kata Dimyati.
Baca Juga: Misi Swasembada Pangan, 64 Ribu Kilogram Benih Jagung Ditanam di Banten
Dalam pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal, Andra mengatakan, dia akan memperbanyak atraksi pariwisata yang dikerjasamakan dengan stakeholder. Selain itu, pengembangan pariwisata juga harus disinergikan dengan ekonomi kreatif.
Sementara Airin mengatakan, untuk mengembangkan pariwisata yang akan diilakukan adalah berkolaborasi dengan komunitas, menyusun regulasi dan anggaran, bahkan mengadakan muatan lokal berkaitan dengan pariwisata. Yang tak kalah penting, kata Airin, setiap daerah harus ditonjolkan sesuai dengan ciri khas daerah masing-masing.
Terkait dengan program untuk meningkatkan hasil pertanian, Airin mengatakan, lummung padi di Banten terdapat di Lebak, Pandeglang, Serang, dan sebagian wilayah Tangerang. Masalahnya, masyarakat kesulitan akan bibit padi.
Baca Juga: Gelar Seba Negeri 2024, Pemkot Serang Akui Masih Banyak PR
Sementara Ade menyoroti alih fungsi lahan yang harus dikendalikan sehingga area sawah bisa tetap dipertahankan.
Masalah lain adalah infrastktur jalan di desa yang rusak membuat masyaraka malas bertani sehingga solusinya adalah pembangunan jalan poros desa sebagaimana program yang dibuat Airin-Ade.
Adapun Andra melihat akar masalah pertanian ada pada semakin sedikitnya jumlah petani yang ada di Banten. Banyak anak petani yang tidak mau meneruskan profesi bapaknya yaitu menjadi petani.
Baca Juga: KPU Ajak Pemuda Banten Cerdas Bedakan Hoaks dan Fakta di Pilgub
Karena itu, menurutnya solusi bagi permasalahan pertanian di Banten adalah bagaimana mencetak para petani baru, petani muda. Sementara untuk pangan, dia menginginkan adanya food station atau semacam penyimpanganan beras sehingga ketika Banten akan membeli beras tidak perlu ke Cipinang.
Menurut Andra, masalah semakin sedikitnya petani dan kelangkaan pupuk bisa diatasi dengan berkolaboorasi dengan pemerintah pusat. ***
















