BANTENRAYA.COM – dr. Zaidul Akbar mengibaratkan, tubuh manusia seperti kendaraan sepeda motor, yang butuh servis secara rutin.
Dikutip dari YouTube dr. Zaidul Akbar Official berjudul ‘Bahaya Menelpon Saat Low Battery’ yang diunggah pada Rabu, 4 Maret 2020, dr. Zaidul Akbar mengatakan, Allah telah memberi konsep yang jelas kepada umatnya untuk menjaga kesehatan tubuh.
Menurut dr. Zaidul Akbar, dalam tubuh manusia ada proses apoktosis, yakni proses bunuh diri sel dalam tubuh.
Baca Juga: Kulit Wajah Jerawatan, Ini Pendapat dr Zaidul Akbar
“Kalau kita punya motor ada jadwal rutin diservis per berapa kilo atau berapa bulan. Manusia juga sama sebenarnya dalam tubuh kita ada saatnya proses sebagai apoktosis, itu bunuh diri terprogram sel,” kata dr. Zaidul Akbar.
Setiap hari, kata dr. Zaidul Akbar, sel yang rusak di tubuh kita dikondisikan melakukan apoktosi.
dr. Zaidul Akbar menjelaskan, rata-rata masa apoktosi terjadi antara 11 sampe 14 hari.
“Kalau kita bagi 1 tahun dibagi 12 bulan atau 350 hari dibagi 12 (bulan_red) akan ketemu angka 30. 30 (hari_red) itu program rutin servis tahunan badan kita yang kita kenal puasa Ramadhan,” tegasnya.
Baca Juga: Menanti Debut Newcastle United Pasca Dibeli Pangeran Arab Mohammed bin Salman
Namun, lanjut dr. Zaidul Akbar, kenapa puasa Ramadhan yang dianggap sebagai upaya apoktosi tidak memberi efek bagi tubuh.
Karena, kata dr. Zaidul Akbar, saat puasa bulan puasa justru makannya banyak, dan tidak sehat.
“Udah gitu ngajinya kurang. Ramadhan bukan bulan banyak makan, Ramadhan adalah bulan banyak ibadah. Karna 11 bulan kita sudah makan banyak,” terangnya.
dr. Zaidul Akbar mencontohkan, saat buka puasa biasanya makan gorengan.
Dikatakann dr. Zaidul Akbar, gorengan memang makanan enak dan halal, namun tidak bagus untuk kesehatan.
Baca Juga: 4 Tips Sehat Ala dr Zaidul Akbar yang Wajib Anda Coba
“Itu sebabnya, banyak kesehatan zaman sekarang terjadi gara-gara apa? gara-gara kita makan untuk memenuhi kebutuhan seleranya kita, itu aja sebenarnya, nafsunya dipenuhi dan itu bagian dari penyakit, sebenarnya,” tegasnya.
Ia menambahkan, dirinya tidak melarang makan makanan, seperti gorengan, dan cilok.
Namun, dr. Zaidul Akbar menyarankan agar makan makanan yang lebih baik.
“Untuk melakukan itu susah nggak? susah. Maka sering saya sampaikan hidup sehat itu kayak orang bangun mau Tahajud. Susah nggak? susah. Tapi kalau kita tidak paksain bangun tahajud, sampai mati juga tidak bakal tahajud,” ungkapnya.
dr. Zaidul Akbar menambahkan, manusia diciptakan Allah dalam keadaan sempurna.
Oleh karena itu, kata dia, saat kembali atau menghadap Allah harus dalam keadaan sempurna.
“Allah berfirman ‘laqad khalaqnal insana fi ahsani taqwim”, saya cipatakan manusia sempurna banget,” pungkasnya. ***















