BANTENRAYA.COM – Tempat wisata yang sempat viral di Gunung Karang, Kabupaten Pandeglang, Lembur Kula kini harus gulung tikar, lantaran akses jalan menuju lokasi tersebut rusak dan tidak memiliki lampu penerangan jalan umum (PJU) yang memadai.b
Owner Lembur Kula Ade Kardiana mengatakan, akibat kondisi tersebut para pengunjung yang datang ke lokasi wisata mengalami penurunan, hal tersebut mulai dirasakan pihak Lembur Kula sejak tahun 2023.
“Memang ini yang dikeluhkan oleh para pengunjung, kebanyakan dari mereka terkendala pada akses jalan rusak dan PJU,” kata Ade saat dikonfirmasi Bantenraya.com, Rabu 18 September 2024.
Baca Juga: YouTuber IShowSpeed Buktikan Bahwa Batik dari Indonesia Bukan Malaysia
Objek wisata yang terkenal dengan ikon perahu abah tersebut, kini memilih bekerja sama dengan Kampung Korea yang memiliki lokasi tidak jauh dari lokasi Lembur Kula.
“Terimakasih untuk semuanya, telah menemani selama 4 tahun di wisata lembur kula, kami izin pamit. Sekarang Lembur Kula merger dengan Kampung Korea megang kedainya, dengan harapan bisa kolaborasi pemikiran untuk mempertahan wisata yang ada di Gunung Karang,” papar Ade.
Sebelumnya, destinasi wisata Lembur Kula diminati oleh masyarakat di Kabupaten Pandeglang dan sekitarnya hingga mendapatkan atensi mencapai 1.000 orang pengunjung dalam satu hari. Bahkan beberapa wahana bermain seperti paint ball juga tersedia di lokasi tersebut.
Baca Juga: Krakatau Jungle Park: Destinasi Wisata Akhir Pekan di Kota Cilegon
Sementara itu, Plt Kepala Bidang Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Provinsi Banten Rohaendi menyayangkan penutupan destinasi wisata di Lembur Kula. Hal ini menjadi poin evaluasi yang perlu dibenahi guna mendorong pariwisata di Gunung Karang.
“Dalam penutupan ini kmai turut prihatin, dalam dunia pariwisata tu
Idak boleh berhenti untuk berinovasi meskipun berkurangnya animo dari pengunjung,” ucapnya.
Langkah yang diambil oleh Lembur Kula dengan menggandeng Kampung Korea juga dinilai sudah baik. Dan merupakan inovasi untuk terus menghidupkan pariwisata.
Baca Juga: 1.674 Siswa Pra Sejahtera Dapat Bantuan Beasiswa, Total Rp1,4 Miliar Digelontorkan
“Yang paling spesifik dilakukan adalah kebaruan dan daya tarik yang bersangkutan, jika memang memiliki hal tersebut akses jalan yang tidak begitu bagus tidak berpengaruh terhadap pengunjung,” imbuhnya.
Berkaitan dengan perbaikan infrastruktur jalan dan aksesibilitas menuju lokasi wisata, pihaknya mengajak seluruh OPD untuk terlibat memberikan akses yang baik.
“Mengajak seluruh dinas yang terkait untuk pengelolaan tersebut, sehingga bisa menjadi daya tarik yang membuat pengunjung bertahan dan datang ke destinasi kita. Karena sektor pariwisata sektor yang dibutuhkan oleh masyarakat,” kata Rohaendi.***


















