BANTENRAYA.COM – Walikota Cilegon Helldy Agustian mencurigai adanya sabotase dugaan unsur kesengajaan dibakarnya TPSA Bagendung.
Menurut, Helldy, saat ini nantinya akan ada laporan ke pihak kepolisian yang akan dilakukan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon untuk mencari penyebab dan siapa yang sengaja membakarnya.
Kecurigaan tersebut karena penyebab kebakaran cukup mencurigakan. Sebab, dalam Waktu bersamaan langsung muncul 4 titik api yang jaraknya berbeda di TPSA Bagendung.
Saat ini, kondisi api sendiri sudah padam di atas permukaan sampah. Namun, kondisi asap yang masih tebal menandakan masih adanya bara api di dalam sampah.
Helldy menjelaskan, terjadinya kebakaran kemarin ada muncul langsung 4 titik api bersamaan. Hal itu menjadi tanda tanya kenapa bisa langsung muncul 4 titik bersamaan.
Baca Juga: Tingkatkan Pelayanan, Kantor Bahasa Banten Kumpulin Akademisi, Wartawan dan Budayawan
“Secara titik api karena memang ada 4 titik api, nanti bisa bicara langsung sama Pak Sabdi (Kepala DLH Kota Cilegon-red). Perihal mengenai kebakarannya. Karena ini memang sedikit tanda tanya karena ada 4 titik bukan 1 titik,” katanya, Rabu 18 September 2024.
Helldy menjelaskan, nantinya DLH Kota Cilegon akan melaporkan ke pihak kepolisian. Sebab, kondisi kebakaran dari awal sudah tidak normal. Bahkan, menurut laporan ada saat sebelum kejadian ada yang melihat orang naik motor menggunakan drone dan beberapa alat lainnya.
“Itu dia (penyebab kebakaran-red) Pak Sabri akan lapor ke kepolisian. Karena bingung juga titik sana, titik sini iya (sernatak-red). Nanti Pak Sabri lebih detail lah yah. Karena malam itu ada yang melihat naik motor pakai drone atau alat apa saya nggak paham,” ujarnya.
Helldy menegaskan, saat ini kondisi sejumlah titik api sudah padam. Namun, memang masih ada beberapa titik lainnya yang berasap karena apinya masih jadi bara di dalam sampah.
Baca Juga: Karate Alami Peningkatan, Persembahkan Perak dan Perunggu di Medan
“Dari titik-titik itu sudah selesai beberapa titik. Tapi memang karena tadi bawahnya masih panas (bara-red) jadi masih berasap, semoga tidak seperti di tahun 2019,” pungkasnya. (***)















