BANTENRAYA.COM – Bencana kekeringan melanda Pandeglang Selatan. Akibatnya, ribuan hektare sawah petani kekurangan pasokan air.
Kepala Desa Bojongmanik, Kecamatan Sindangresmi, Sukri membenarkan, petani di desanya mulai kesulitan air untuk kebutuhan tanaman padi.
Para petani berupaya agar sawah mereka mendapat pasokan air Sungai Cilemer secukupnya. “Memang sudah agak sulit air. Ada air sungai juga sudah mulai kering,” kata Sukri, Selasa 20 Agustus 2024.
Baca Juga: Kolaborasi BI Banten dan PMI Serang, Hasilkan 350 Kantong Darah di Momen HUT RI ke 79
Kepala Dinas Pertanian, dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pandeglang, Nasir M Daud membenarkan, ribuan hektare lahan pertanian terancam kekeringan akibat musim kemarau yang mulai terjadi. Ancaman kekeringan disebabkan oleh peralihan musim dari penghujan ke kemarau.
“Memang, saat ini prediksi kemarau sudah masuk, dan laporan dari teman-teman juga sudah ada. Memang dari data yang sudah ada lebih dari 1.000 hektare lahan terdampak,” kata Nasir.
Dijelaskannya, ribuan hektare sawah yang terancam kekeringan karena tadah hujan akibat dampak musim kemarau. Dimana di Pandeglang terdapat 22 ribu hektare sawah tadah hujan tersebar di beberapa kecamatan.
Baca Juga: ICMI Banten Gelar Webinar Nasional dan Dihadiri Oleh Ketua Umum KAMMI Banten
“Kebanyakan wilayah atau kecamatan yang mengalami kekeringan ringan hingga berat,” jelasnya.
Dalam upaya mengantisipasi kekeringan, kata Nasir, dengan memberikan bantuan pompa air kepada para petani. Selain itu, dinasnya telah melakukan penelusuran dibeberapa titik yang akan terdampak bencana kekeringan.
“Langkah-langkah yang telah kami lakukan termasuk menelusuri semua titik sawah petani di setiap kecamatan yang terancam kekeringan. Kami juga menyediakan pompa air untuk mengambil air di sungai,” terangnya.
Baca Juga: Profesi Idaman Mertua! Simak Daftar Gaji PNS dari Berbagai Golongan, Punya Deretan Tunjangan Juga
Menurutnya, dinasnya juga tengah mengidentifikasi potensi air permukaan. Jika ditemukan air, kemudian dihibahkan pompa kepada petani yang sawahnya kekurangan air.
“Kami siapkan 500 unit pompa air, semata-mata untuk mengamankan tanaman yang ada, dan meningkatkan perluasan area tanam untuk menambah pundi-pundi produksi agar kita tidak krisis pangan itu harapan kita dan kondisi saat ini,” ujarnya. ***
















