BANTENRAYA.COM – Dinas Pendidikan dan kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang bersama Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia menggelar workshop peningkatan literasi dan numerasi terhadap guru Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN).
Dalam kegiatan ini terungkap, literasi dan asesmen nasional di Kabupaten Serang masih rendah.
Koordinator Bidang Akademik MGMP Misriah mengatakan, nilai asesmen nasional di Kabupaten Serang masih rendah sehingga perlu adannya peningkatan kompetensi dari segi gurunya.
Baca Juga: Gudang PT Cahaya Indo Abadi Terbakar, Kebakaran Pabrik Kimia Sebabkan Pencemaran Lingkungan
“Inisiasi kegiatan ini dari Dindikbud yang ingin meningkatkan literasi di Kabupaten Serang dan meningkatkan nilai asesmen nasional karena nilianya perlu didongkrak,” ujarnya saat ditemui di SMPN 1 Ciruas. Senin 12 Agustus 2024.
Ia menjelaskan, pihaknya menargtekan pada bulan September mendatang nilai asesmen nasional di Kabupaten Serang mengalami peningkatan yang signifikan.
“Tingkat literasi kita masih tergolong rendah dan harus diupayakan naik dan memang saat ini hasilnya belum memuaskan. Untuk nilai pastinya saya lupa ada di kantor,” katanya.
Baca Juga: Jumlah Daftar Pemilih Sementara Pilkada 2024 di Kota Serang Bertambah 5.446
Misriah mengungkapkan, untuk meningkatkan asesmen nasional di Kabupaten Serang pihaknya akan melakukan pelatihan-pelatihan terhadap para guru selain yang mengampu mata pelajaran Bahasa Indonesia.
“Kali ini kita ngumpulkan guru untuk melakukan mentoring,” paparnya.
Widyaiswara BGP Banten Balai Hari Wibowo mengatakan, untuk meningkatkan nilai asesmen nasional guru harus bisa melakukan pembelajaran sesuia dengan asesmen kompetensi minimum (AKM).
“Yang peru dilakukan adalah dari sisi kualitas kompetensi gurunya, kita beri pelatihan buat pertanyaan sesuai dengan asesmen nasional dan ternyata masih ada yang merasa kesulitan,” tuturnya.***
















