BANTENRAYA.COM – Sejumlah pedagang Pasar Baros yang berjualan di pasar sementara berhenti berjualan karena mereka kehabisan modal.
Para pedagang berhenti berjualan karena selama mereka berjualan di pasar sementara tersebut sepi pembeli dan dagangannya tidak laku.
Pantauan Banten Raya di pasar sementara di Desa Sukamanah, Selasa (6/8), sebanyak 17 kios tidak ditempati oleh pemiliknya dan pengunjung pasar terpantai tidak ramai seperti di pasar-pasar tradisional pada umumnya.
Sementara itu, para pedagang menyamapikan ingin segera pindah ke pasar yang baru.
Pedagang sayur di Pasar Baros Jamadi mengatakan, pihaknya ingin segera pindah agar jualannya ramai dikunjungi pembeli.
Baca Juga: Sanuji Akan Mengundurkan Diri Dari Wakil Walikota Cilegon Usai Daftar Pilkada di Lebak
“Pengen cepat pindah, kita kan di sini sudah dua tahun tapi masih kurang laris karena pedagang yang lain ada di depan, di pinggir jalan,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, para pedagang yang berada di pasar sementara tpada menjerit dan banyak yang meninggalkan kios dagangannya.
“Sudah banyak pedagang yang berhenti jualan, ada 10 orang lebih, terus lapaknya juga enggak dipakai lagi karena kurang laris dan pada kehabisan modal,” katanya.
Pedagang lain Saanah menuturkan, kurangnya pembeli di Pasar Baros lantaran akses jalan masih kumuh dan kotor sehingga pembeli enggan untuk masuk ke pasar.
“Kalau saya bagaimana temen-temen yang lain saja, tapi yang lain juga pengennya sudah pada pindah karena di sini sepi terus,” tuturnya.
Ia mengungkapkan, pihaknya pernah mendapatkan informasi bahwa para pedagang akan dipindah ke pasar yang baru pada Agustus 2024 ini. “Dengar-dengar si pindahnya bulan Agustus, tapi sampai sekarang juga belum ada informasi lagi, jadi kita mah sekarang nurut bagaimana atasan aja,” paparnya.
Baca Juga: Tak Lapor LHKPN, KPU Ancam Batal Lantik Anggota Dewan Terpilih
Sementara itu, pedagang baju Quriyah mengaku terpaksa pindah berjualan dari kios ke kaki lima di bagian depan pasar agar bisa mendapatkan pembeli.
“Saya ada dua ruko tapi posisinya di pojok, makanya sekarang saya pindah ke pedagang kaki lima, Alhamdilllah ada pembelinya,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, Pasar Baros sementara lokasinya kurang strategis sehingga banyak pedagang yang pendapatannya menurun drastis.
“Panas banget, terus pembelinya berkurang, karena pasarnya juga menurut saya jauh dari jalan raya jadi orang malas ke pasar dan lebih memilih belanja di ruko-ruko yang ada pinggir jalan,” tuturnya. (***)
















