BANTENRAYA.COM – Kabupaten Pandeglang menghasilkan sekitar 550 ton sampah perhari.
Mayoritas, sampah yang dihasilkan merupakan jenis sampah rumah tangga dan kemudian sampah yang dihasilkan dari lokasi-lokasi wisata.
“Sampah yang paling banyak sampah rumah tangga, jadi di situ ada plastik, ada bekas sisa-sisa makanan, kemudian bungkusan dan lain-lain,” kata Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Kabupaten Pandeglang, Winarno pada Minggu, Juli 2024.
Winarno menjelaskan, total 550 ton sampah tersebut berdasarkan hasil perhitungannya, bahwa rata-rata satu orang penduduk Pandeglang dapat menghasilkan sekitar 0,4 kilogram sampah.
Baca Juga: OJK Berikan Edukasi Tentang Keuangan ke Ratusan Pelajar SD
Meski begitu pihak DLH sendiri, kata Winaro, baru mampu menangani sekitar 120 ton sampah melalui pelayanan menggunakan armada yang dimiliki kepada masyarakat secara langsung.
“Kita baru bisa melayani sesuai armada yang dimiliki itu kurang lebih 120 ton perhari, yang tersebar di 18 kecamatan,” ujarnya.
Untuk jumlah produksi sampah di tiap-tiap kecamatan yang dijangkau oleh DLH Pandeglang berbeda.
Namun, Winarno mengungkapkan bahwa jumlah sampah yang diproduksi tentunya berbanding lurus dengan jumlah masyarakat yang berada di kecamatan yang dimaksud.
Dengan begitu, Kecamatan Pandeglang, Majasari, dan Labuan merupakan tiga kecamatan penghasil sampah terbanyak di Pandeglang
“Produksi sampah sendiri berbanding lurus dengan jumlah penduduk yang ada di kecamatan tersebut, sebagai contoh di Kecamatan Pandeglang, Majasari, labuan dan Panimbang. Itu yg tertinggi di Kabupaten Pandeglang,” imbuhnya.
Winarno mengungkapkan bahwa DLH Pandeglang saat ini memiliki sekitar enam buah bak amrol untuk menampung sampah disejumlah titik keramaian, seperti pasar, tempat wisata dan sebagainya.
Selain amrol, terdapat juga beberapa dump truk, tempat sampah kecil, gerobak dan pickup.
Baca Juga: Apa yang Terjadi? Penyidikan Kebakaran Gedung Cyber Tiba-tiba SP3, Padahal Ada 2 Korban Meninggal
Kemudian untuk seluruh sampah yang dihasilkan, DLH Pandeglang memanfaatkan dua Tempat Pembuangan Akhir atau TPA yang berada di Bangkonol dan Bojong Canar.
“Dibagi yang organik dan anorganik, kemudian dipilah dan nanti kita angkut dengan mobil dinas (armada) ke TPA Bangkonol dan TPA Bojong Canar,” tandasnya.***















