BANTENRAYA.COM – Partai Golkar di Kota Cilegon berpotensi akan ketinggalan kereta atau tidak memiliki partai koalisi dalam Pilkada Kota Cilegon.
Meski begitu, Partai Golkar Kota Cilegon sendiri tetap bisa mencalonkan sendiri pasangan calon walikota dan wakil walikota karena sudah memiliki syarat minimal kursi untuk mendaftar yakni 20 persen atau 8 kursi dari total 40 kursi dari DPRD Kota Cilegon.
Artinya Partai Golkar Kota Cilegon bisa saja mengusung kader sendiri sebagai pasangan calon langsung dari internal.
Baca Juga: Warga Jiput Gagalkan Pencurian Kerbau, Dua Pelaku Kabur dan Mobil Pengangkut Dibakar
Atas dasar itu beredar isu Partai Golkar Kota Cilegon akan mengusung Robinsar dan Ratu Amalia Hayani masing-masing sebagai calon walikota dan wakil walikota.
Diketahui Golkar Kota Cilegon sendiri dalam Pemilu 2024 mendapatkan sebanyak 8 kursi dengan jumlah suara sebanyak 52.038 suara.
Rinciannya yakni di Dapil I Purwakarta – Jombang 1 kuris sebanyak 9.197 suara, Dapil II Cibeber – Cilegon 3 kursi sebanyak 16.259, lalu Dapil III Citangkil – Ciwandan 3 kursi sebanyak 15.402 suara dan Dapil IV Pulomerak – Grogol 1 kursi yakni 11.180.
Baca Juga: Pertengahan Tahun, Target Penerimaan Pajak Samsat Rangkasbitung Baru Tercapai 51 Persen
Salah satu elite dan kader Golkar Kota Cilegon yang enggan disebutkan namanya menjelaskan, jika besar kemungkinan Ratu Amalia yang akan berdampingan.
“Isunya beredar begitu. Terlebih dalam satu pekan ini keduanya sudah sering turun bersama-sama ke lapangan,” katanya, Jumat 19 Juli 2024.
Ia menjelaskan, selain Amalia, muncul juga beberapa opsi dalam diskusi internal yakni kader PAN Kota Cilegon Anugrah Chaerullah dan Caleg DPRD RI yakni Rindu Maelani.
Baca Juga: Beredar Poster Subadri-Ria Bersanding di Media Sosial, Peta Pilkada Kota Serang Semakin Jelas
“Ada beberapa nama yang bisa diusung juga. Termasuk nama-nama itu,” ujarnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPD II Partai Golkar Kota Cilegon Budi Mulyadi mengungkapkan, jika Golkar sudah mengantongi nama pendamping Robinsar. Dimana, nantinya akan dipublikasikan kepada masyarakat.
“Sudah ada ada (pendamping Robinsar-red) namun belum final. Kemungkinan koalisi masih sangat terbuka dan terus menjalin komunikasi meski Golkar memungkinkan mengusung kader sendiri.. Mudah-mudahan dalam waktu yang tak lama lagi kita sampaikan ke publik,” pungkasnya. ***














