BANTENRAYA.COM – Sejumlah warga di Kampung Juhut, Kelurahan Juhut, Kecamatan Karangtanjung, Kabupaten Pandeglang, berhasil memproduksi stik bedug yang memiliki nilai ekonomis melalui Badan Usaha Milik Masyarakat atau BUMMAS.
Sekretaris BUMMAS Kelurahan Juhut, Endang menjelaskan, bahwa stik bedug yang diproduksi warga merupakan permintaan dari sejumlah sekolah dan sanggar yang ada di Pandeglang.
Selain untuk mendapatkan nilai ekonomis, pembuatan stik bedug juga dilakukan sebagai upaya pihaknya untuk melestarikan budaya di Kabupaten Pandeglang.
“Bahan baku yang digunakan itu Kayu Mahoni. Kayu mahoni itu kuat untuk dipukul dalam kesenian bedug, dan kita menggunakan ukuran panjangnya itu sekitar 40 Centimeter,” kata Endang kepada Bantenraya.com pada Selasa, 16 Juli 2024.
Baca Juga: Hari Pertama Operasi Patuh, Polda Banten Tak Lakukan Penilangan Pada Pelanggar Lalu Lintas
Saat ini, kata Emdang, pihaknya sendiri telah menerima pesanan sebanyak 100 stik bedug. Satu paket stik bedug berisi 24 stikbyang terdiri dari 12 pasang.
“Target produksi kita terus berlanjut, dan pemasarannya ke sanggar-sanggar dan sekolah-sekolah. Karena sekolah maupun komunitas atau sanggar bedug, pasti memerlukan stik,” paparnya.
Endang juga mengklaim bahwa produksi stik bedug yang dilakukan oleh pihaknya memiliki prospek pasar yang cukup menjanjikan. Terlebih, berdasarkan data yang ia peroleh bahwa di Provinsi Banten terdapat 150 sekolah yang sudah memiliki bedug.
Untuk itu, kata Endang, produksi stik bedug dari BUMMAS Kelurahan Juhut diharapkan bisa disalurkan ke sekolah-sekolah tersebut karena memang pengrajin stok bedug di Provinsi Banten tinggal sedikit.
Baca Juga: Najib Hamas Sudah Optimis, DPD PKS Kabupaten Serang Rapat Strategi Pemenangan Pilkada 2024
“Tapi kita juga tentu mengalami sedikit kesulitan dalam pembuatan stik bedug, karena mesin yang digunakan memiliki PK kecil. Dan kedepannya, kita berencana membuat stik drum dengan menggunakan kayu dari pohon dukuh,” ujarnya.
Lebih lanjut, Endang juga mengatakan, bahwa BUMMAS Kelurahan Juhut berencana untuk memproduksi cangkir dari kopi, memanfaatkan potensi agrowisata kopi di wilayah tersebut.
“Di Gunung Karang, banyak pohon kopi yang ratusan tahun usianya serta sudah tidak produktif lagi untuk menghasilkan buah kopi. Ini bisa menjadi histori menarik, jika dijadikan cangkir dengan nilai historis yang tinggi,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua BUMMAS Kelurahan Juhut, Tatang Mukhtasar mengatakan, bahwa pihaknya fokus membina generasi muda di bidang seni budaya melalui pelatihan pembuatan stik bedug.
Baca Juga: Muhammadiyah Kota Serang Buka Rekening Serentak di Bank Muamalat
“Dengan mendatangkan mentor, sejumlah warga telah mengikuti pelatihan pembuatan stik bedug selama 2 hari supaya warga bisa membuatnya. Tentunya ini bisa menjadi nilai tambah atau penghasilan, untuk meningkatkan perekonomian warga kami,” kata Tatang.
Tatang mengungkapkan, jika pembinaan yang dilakukan BUMMAS bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.
“Selama ini kita kekurangan stok stik bedug. Ada 100 sekolah yang dapat bantuan bedug dari kementerian, dan stik bedug ini kebutuhan variabel karena banyak yang patah,”ungkapnya.
“Jadi nantinya setiap bulan ada permintaan pembelian. Untuk itu, kita melakukan pembinaan agar bisa meningkatkan perekonomian masyarakat,” tandasnya.***
















