BANTENRAYA.COM – Petugas gabungan Balai Taman Nasional Ujung Kulon atau TNUK mengamankan perahu nelayan yang diduga hendak melakukan pengeboman ikan di kawasan perairan laut Ujung Kulon, Kabupaten Pandeglang.
Meskipun sempat melarikan diri kelaut lepas dengan diwarnai tembakan peringatan, kapal bom ikan 16 GT itu tidak berkutik.
Perahu, dan sejumlah barang bukti berupa diduga bahan peladak untuk bom ikan diamankan.
Baca Juga: Wujudkan Visi HIT’S and Green, Untirta Luncurkan Rooftop Solar Panel
“Benar, kemarin petugas kami berhasil menghalau dan mengusir keberadaan kapal pengebom ikan. Kapal tersebut diamankan oleh Satgas (Satuan Tugas) Pulau Terluar, dan Pulau Deli,” kata Ardi Andono, Kepala Balai TNUK Pandeglang, Kamis 11 Juli 2024.
Ardi mengatakan, patroli tersebut rutin dilaksanakan. Saat-saat menegangkan sering dialami oleh petugas pada saat patroli, dimana momen petugas sering menghalau dan mengusir aktivitas kapal pengebom ikan dari dalam kasawan.
“Selain patroli di daratan, petugas rutin melakukan patroli di kawasan perairan laut. Jadi mari kita selalu jaga kelestarian ekosistem laut, karena laut merupakan sumber kehidupan bagi kita semua,” ujarnya.
Baca Juga: Kembali Memakan Korban, Warga Tangkilsari Diterkam Buaya Penunggu Sungai Cijaralang
Humas Balai TNUK Pandeglang, Andri Firmansyah menuturkan, satgas mengamankan kapal nelayan yang diduga akan melakukan pengeboman ikan di kawasan Ujung Kulon.
Setelah mereka diamankan, nahkoda perahu tersebut diberikan imbauan dan peringatan.
“Para petugas patroli sempat bersitegang, namun Alhamdulillah kapal nelayan yang diduga hendak melakukan pengeboman ikan itu diusir oleh petugas,” tuturnya.
Baca Juga: Diduga Gelapkan 16 SHM, Sekdes Damping Dituntut 2,5 Tahun Penjara
Dijelaskannya, petugas rutin melakukan patroli sebagai upaya dalam menjaga kelestarian ekosistem laut di kawasan TNUK.
Patroli ini merupakan kegiatan preventif yang dilaksanakan untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan kawasan laut, dan hutan di kawasan Ujung Kulon.
“Patroli ini rutin kita laksanakan untuk menjaga ekosistem dan kelestarian alam di taman nasional yang merupakan satu satunya tempat habitat Badak Jawa,” katanya. ***

















