BANTENRAYA.COM – Ulama kharismatik Banten, Abuya KH Muhtadi atau Abuya Muhtadi Cidahu mengajak, semua pihak bersama-sama menjaga dan melindungi keberadaan Badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon atau TNUK, Kabupaten Pandeglang.
Abuya Muhtadi berpesan, jangan sampai keberadaan Badak Jawa atau badak bercula satu dilakukan perburuan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.
“Saya mengimbau kepada masyarakat untuk kita saling menjaga kelestarian badak yang ada di ujung kulon,” pesan Abuya, saat menerima panitia pelaksana Ujung Kulon Culture Festival, di kediaman Abuya Muhtadi di Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, Kamis 27 Juni 2024.
Sesepuh Ulama Banten, Abuya KH Muhtadi mengajak, semua pihak tidak menggangu Badak Jawa di Ujung Kulon.
Baca Juga: Bule Asal Denmark Gotong Royong Perbaiki Jembatan di Wakatobi, Habiskan Dana Segini
“Badak jawa sebagai kenang-kenangan dan khasiat-khasiatnya karena cula badak jawa mengandung keamanan yang ada di Banten, khususnya Pandeglang,” katanya.
Abuya mendukung, aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus dugaan perburuan Badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon.
Abuya Muhtadi tidak ingin keberadaan Badak Jawa di TNUK terancam punah sebagai warisan dunia.
“Saya mendukung aparat kepolisian untuk menindak para pelaku pemburu badak,” harapnya.
Baca Juga: Resmi! Jakarta Menempati 10 Kota Termacet di Dunia, Pengemudi Bisa Rugi Waktu Hingga Berjam-jam
Ketua Panitia Pelaksana Ujung Kulon Culture Festival, Yudi Wahyudin menyampaikan, pihaknya akan berkolaborasi dengan Balai Taman Nasional Ujung Kulon untuk mengkampanyekan pelestarian Badak Jawa sesuai pesan Abuya Muhtadi.
“Kami dari panitia Ujung Kulon Culture Festival akan melakukan kampanye lindungi Badak sesuai pesan Abuya agar masyarakat lebih peduli lagi terhadap kelestarian Badak cula satu,” ujarnya.
Kepala Balai TNUK Pandeglang, Ardi Andono menyambut baik pesan Abuya Muhtadi untuk menjaga keberadaan Badak Jawa di Ujung Kulon.
Kata Ardi, Balai bersama aparat penegak hukum, dan TNI untuk terus meningkatkan pengawasan Badak Jawa.
Baca Juga: BEI Catat Investor Pasar Modal Indonesia Capai 13 Juta SID
“TNUK sudah berbenah mulai dari meningkatkan pengamanan dengan full protection sistem pada area semenanjung, menggunakan teknologi drone thermal, kamera realtime, bekerja sama dengan jajaran Polda Banten, TNI, serta merubah metode pemasangan kamera, sehingga perhitungan jumlah badak lebih akurat,” katanya.
Menurutnya, Balai TNUK akan membantu penyidik dalam pembuktian Badak Jawa yang mati guna kepentingan penyidikan.
“Kami tidak akan berhenti untuk menindak pelaku perburuan dan perusakan TNUK. Semoga dengan tertangkapnya para pelaku perburuan Badak Jawa dapat memberikan efek jera dan pesan bahwa hukuman berat dapat diberikan bagi para pelaku perburuan satwa keanekaragaman hayati di Indonesia,” jelasnya.***

















