BANTENRAYA.COM – Program pemberian nugget Pemerintah Kota atau Pemkot Serang yang dibagikan kepada balita stunting se Kota Serang tidak menggunakan bahan pengawet.
Bahan baku nugget yang dibagikan kepada balita stunting se Kota Serang menggunakan daging ayam, telur ayam, sayur, dan tepung.
Pembuatan nugget juga dilakukan di rumah dinas Penjabat Walikota Serang Yedi Rahmat dengab melibatkan pelaku usaha mikro kecil menengah atau UMKM di Kota Serang.
Terkait nugget untuk balita stunting ini untuk menjawab kritikan netizen yang
membanjiri kolom komentar media sosial atau medsos Instagram Bantenraya, Selasa 25 Juni 2024.
Netizen menyebut pemberian nugget untuk balita stunting tidak tepat, karena mengandung bahan pengawet seperti zat adiktif.
Baca Juga: Gagal Jadi Anggota Dewan, Ahmad Jazuli Abdillah Mantap Maju di Pilkada Kota Tangerang
Menanggapi komentar netizen, Penjabat Walikota Serang Yedi Rahmat mengatakan, makanan tambahan nugget ini diproduksi sendiri dengan melibatkan pelaku usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM dan ahli gizi Dinas Kesehatan atau Dinkes Kota Serang.
“Jadi kami membuat nugget ayam sendiri. Dibantu oleh teman-teman UMKM dan ahli gizi Dinkes. Alhamdulillah pada pagi hari ini kita bawa dibagikan ke balita stunting di Kecamatan Taktakan,” ujar Yedi, kepada Bantenraya.com, ditemui di Puskesmas Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Rabu 26 Juni 2024.
Ia berharap dengan pemberian makanan tambahan nugget yang diberikan Pemkot Serang bisa menekan jumlah balita stunting di Kota Serang.
“Mudah-mudahan dengan adanya makanan tambahan nugget ini, anak-anak stunting bisa turun drastis,” harap dia.
Ia menegaskan, nugget yang diproduksi mengandung banyak gizi, karena bahan baku nugget terdiri dari daging ayam 50 kilogram, telur ayam, sayuran, tepung, dan tanpa bahan pengawet.
Baca Juga: Hewan Jenis Tando yang Mulai Punah di Pandeglang, Hanya Tersisa di Ujung Kulon
“Alhamdulillah kita membuat sekitar 6.000 potong dan itu banyak mengandung gizi yang baik, karena bahan-bahannya kami sendiri yang mengolah, tidak memakai bahan pengawet, dan kami rasakan sendiri sesudah selesai kami goreng rasanya memang enak banget,” tegas dia.
Yedi menjelaskan, proses pembuatan nugget memakan waktu berjam-jam dengan diolah secara higienis.
“Kita membuat dari jam 9 pagi sampai dengan setengah 11 malam. Panci-panci sudah sampai bersih. Makanya langsung kita masukkan ke freezer, dan hari ini kita bagikan di masing-masing kecamatan,” jelas Yedi.
Ia menyebutkan, untuk anggaran pembuatan nugget berasal dari koperasi.
“Murni dari kami punya koperasi namanya koperasi konsumen tegar beriman. Bekerjasama dengan UMKM,” tandasnya. ***

















