BANTENRAYA.COM – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian atau DKPP Kabupaten Serang berencana memperbanyak lumbung pangan desa.
Rencana DKPP Kabupaten Serang memperbanyak lumbung pangan desa tersebut bertujuan untuk mengantisipasi kenaikan harga gabah pada saat musim tanam seperti saat ini.
Saat ini keberadaan lumbungan pangan desa di Kabupaten Serang masih belum banyak dan baru ada di beberapa desa dan kini menjadi perhatian DKPP Kabupaten Serang.
Baca Juga: 17 Kode Voucher Shopee Hari Ini Spesial Idul Adha, Solusi Dompet Tipis tapi Masih Bisa Check Out
Kepala DKPP Kabupaten Serang Suhardjo mengatakan, saat ini harga gabah sedang tinggi karena masa panem sudah berlalu.
“Sakarang baru mulai tanam dan stok padi lumayan menipis,” ujar Suhardjo, Sabtu 15 Juni 2024.
Ia mengungkapkan, kelemahan para petani di Kabupaten Serang pada saat musim panen raya mereka menjual semua hasil panenya dan tidak menyimpan untuk ketahanan pangan.
Baca Juga: Idul Adha 2024 Mendekat, Harga Cabai Rawit Merah dan Daging Ayam di Kota Cilegon Melonjak
“Saya ke depan pengen ada ada lumbung pangan desa, jadi setiap panen menyisihkan 10 atau 20 persen masuk ke lumbung pangan desa,” katanya.
Suhardjo menjelaskan, pada saat musim tanam harga gabah cenderung tinggi sehingga petani bisa meminjam ke lumbung pangan desa dan pada saat panen diisi kembali.
“Lumbung pangan ini untuk pengamanan sendiri. Lumbung pangan desa yang kita bangun sejak 2022 baru delapan dan tahun 2023 bertambah 4,” ungkapnya.
Baca Juga: Kalimat Takbir Idul Adha 2024 Terlengkap dengan Bahasa Arab yang Mudah Dihafalkan
Ia mengungkapkan, saat ini harga gabah di Kabupaten Serang mencapai Rp7.000 per kilogram. “Harga baru akan turun lagi pas panen raya,” katanya.***


















