BANTENRAYA.COM – Bupati Serang Rt Tatu Chasanah menyebut banjir dan sampah menjadi masalah mendesak di Kabupaten Serang.
Pernyataan soal banjir dan sampah itu diungkapkan Tatu saat membuka Kick off Rangkaian Peringatan Hari Air Sedunia Tingkat Kabupaten di pendopo Bupati Serang, Jumat 22 Maret 2024.
Ia mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Serang untuk bersatu dan berkolaborasi memastikan ketersediaan air yang handal dan berkelanjutan di wilayah Kabupaten Serang.
Air adalah aset berharga yang harus kita jaga bersama. Namun saat ini Kabupaten Serang sedang dihadapkan pada dua masalah yang mendesak yakni banjir dan sampah,” ujarnya.
Tatu menjelaskan, banjir menjadi salah satu tantangan utama yang harus diatasi bersama karena banjir bukan hanya mengancam keselamatan jiwa dan harta benda.
Akan tetapi kejadian tersebut juga berdampak negatif pada sektor ekonomi dan kehidupan sehari-hari masayarakat.
Baca Juga: Hadirkan Rafatar Saat Ramadan, Warga Cikatapis Lebak Sambut Bulan Suci dengan Meriah
“Kita perlu meningkatkan kesiapan dalam menghadapi banjir dan membangun infrastruktur yang tangguh, meningkatkan sistem drainase dan memperkuat koordinasi antar instansi terkait,” katanya.
Selain persoalan banjir, lanjut Tatu, persoalan sampah juga menjadi persoalan serius yang harus segera diselesaikan karena sampah yang tidak terkelola dengan baik akan mencemari lingkungan termasuk sumber air.
Oleh karena kita perlu berkomitmen untuk meningkatkan pengelolaan sampah secara terpadu dari mulai dari pengurangan sampah, daur ulang hingga pengolahan limbah yang ramah lingkungan.
Baca Juga: Link Baca Wattpad Santri Pilihan Bunda Full Chapter Gratis, Cari Tahu Duluan Ending yang Mengejutkan
“Dalam rangka mencapai kehandalan air di Kabupaten Serang kita harus melakukan aksi nyata dan berkolaborasi,” ungkapnya.
“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah, swasta, akademisi, LSM, media, dan komunitas untuk bekerja sama dalam menjaga sumber daya air,” tuturnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Serang Yadi Priyadi Rochdian menjelaskan, pada peringatan Hari Air Sedunia ke-32 ini mengedepankan tema aksi dan kolaborasi.
Baca Juga: Rekomendasi 6 Hotel Murah di Kota Serang, Cocok untuk Staycation Bersama Pasangan
“Kita kerja sama dengan komunitas peduli sungai. Aksi-aksinya kita akan menyampaikan edukasi terkait kepedulian sungai dari komunitas kepada masyarakat dan sekolah-sekolah,” ujarnya.***


















