BANTEN RAYA.COM – Melonjaknya harga komoditas beras beberapa kurun waktu terakhir, menyebabkan ketersediaan stok beras di toko ritel atau minimarket kosong.
Termasuk di Kota Serang, berdasarkan pantauan Banten Raya di beberapa minimarket di Kota Serang mengaku sudah sejak tiga hari terakhir stok beras tidak lagi dikirim atau kosong.
Karyawan Indomaret Bhayangkara Kota Serang Marsinah mengatakan, banyak masyarakat yang mencari beras di toko ritel, karena harga yang dijual lebih murah dibanding di pasar atau warung biasa.
“Sudah tiga hari yang lalu stok kosong, karena harga berasnya naik, yang kami jual itu stok lama, harga di kita Rp69.500 untuk 5 liter itu sudah habis, sementara di warung harganya sampai Rp16.000 per liter,” kata Marsinah kepada Banten Raya, Senin (12/2).
Ia melanjutkan, untuk ketersediaan stok beras belum bisa diprediksi kapan akan dikirim kembali. Namun bisa dipastikan ketika stok sudah tersedia harga beras akan lebih mahal.
“Ini juga tesisa satu lagi, tapi harganya Rp90 ribu. Kalau ada stok lagi pasti sudah beda harga sudah naik,” imbuhnya.
Sementara itu, Arfianto Karyawan Alfamart Cipare Kota Serang menyebut, biasanya dalam satu kali pengiriman barang, komoditas beras terdistribusi dengan baik dan rutin.
“Iya baru ini saja agak susah, tidak tahu juga kapan lagi barang ini akan dirikim lagi dari pusat,” jelas Arfianto.
Menanggapi hal tersebut, Pengamat Ekonomi Provinsi Banten Bambang Dwi Suseno menilai selain karena rantai pasokan yang cukup panjang, beras juga menjadi komoditas yang seksi menjelang pemilu.
Baca Juga: Pastikan Kesiapan Operasi Mantap Brata 2024, Pamatwil Monitoring Wilayah Hukum Polres Pandeglang
“Ya selain karena rantai pasokan yang panjang. Terutama jelang pemilu ini, masalahnya beras itu jadi komoditas rent campaign jelang pemilu, beli beras supaya biaya pemilu untuk diberikan jadi sembako atau uang, tapi di balik sembako itu ada jalan ceritanya, mana ada sih bagi-bagi sembako duit nya darimana?,” ujar Bambang.
“Sedangkan, saat ini
belum memasuki masa panen sehingga ketersediaan beras terbatas, dan mulai panen kembali pada bulan Maret nanti,” tukasnya. (***)















