BANTENRAYA.COM – Islam mengajarkan kita untuk selalu berbakti kepada kedua orangtua.
Mendoakan kedua orang tua merupakan salah bentuk berbakti yang sangat mudah kita lakukan.
Maka dari itu, peran kita sebagai anak didalam keluarga menjadi dambaan bagi setiap orang tua.
Baca Juga: Trailernya Telah Tayang, Ini Bocoran Sinopsis Film Doctor Strange in the Mulitiverse of Madness
Wujud bakti seorang anak pada orang tua tidak hanya terlihat dari sikap yang ditunjukkan.
Memanjatkan doa kedua orang tua juga merupakan bentuk kasih sayang dan rasa syukur yang dapat di tunjukkan.
Terlebih, dalam Islam diperintahkan untuk menjadi anak yang saleh terhadap kedua orang tuanya. Seorang anak juga dianjurkan untuk selalu mendoakan kedua orang tuanya.
Baca Juga: Ridwan Kamil Sebut Jadi Presiden Itu Takdir yang Tidak Bisa Diprediksi
Memanjatkan doa terhadap kedua orang tua termasuk amalan yang diijabah dan dikabulkan seorang anak yang saleh dan saleha, kata Almarhum Syekh Ali Jaber dalam kanal Youtube AudioSyiar yang membahas tentang amalan terbaik untuk orang tua, Selasa 6 April 2021.
“Ketika setiap kita tahajud, setiap kita berdoa dalam sujud, setiap kita mengangkat tangan, sebelum kita meminta hajat untuk diri kita, sebelum kita meminta hajat untuk keluarga kita, sebelum kita memohon rezki untuk keturunan kita, kita berdoa untuk kedua orang tua kita,” tambahnya
رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرَ
Rabbighfir lī, wa li wālidayya, warham humā kamā rabbayānī shaghīrā.
Baca Juga: Viral di Medsos, Pemain dan Official Persikasi Bekasi Terlantar Usai Lolos Babak 32 Besar Liga 3
Artinya: “Tuhanku, ampunilah dosaku dan (dosa) kedua orang tuaku. Sayangilah keduanya sebagaimana keduanya menyayangiku di waktu aku kecil.”
Kewajiban untuk berbakti kepada kedua orang tua dapat kita temukan dalam Al Qur’an, salah satunya pada Surat Al-Isra’ ayat 23:
وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا
Artinya: “Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada kedua orang tuamu dengan sebaik-baiknya…” (Surat Al-Isra’ ayat 23).
Baca Juga: Ganjar, Airlangga, Puan, dan Eric Thohir ‘Kompak’ Tak Datang di Diskusi HUT TV One
“Setiap waktu kita doa, setiap sujud kita doa, saat turunnya hujan, berdoa, antara adzan dan istiqomah berdoa. Jadikan bagian dari doa itu untuk kedua orang tua kita, supaya Allah menenangkan hati mereka di dunia maupun di akhirat,” ucap Syekh Ali Jaber.
Selain itu, ada beberapa doa yang dapat dipanjatkan untuk kedua orang tua.
1.Doa untuk Kedua Orang Tua yang Sedang Sakit
اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ اَذْهِبِ الْبَاْسَ وَاشْفِهُ وانْتَ الشَّافِى لاَ شِفَاءَ اِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا
Allahumma Rabbannaasi Adzhibil Ba’sa Wasy Fihu, Wa Antas Syaafi, Laa Syifaa-a Illa Syfaauka, Syifaan Laa Yughaadiru Saqaama.
Baca Juga: Klub Milik Prilly Latuconsina Lolos 32 Besar Liga 3, Persikota Tangerang Masuk Grup Neraka.
Artinya: “Ya Allah, Rabb Manusia, hilangkanlah penyakit dan berikanlah dia kesembuhan, Engkau Dzat Yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit lain.”
2. Doa untuk Kedua Orang Tua yang Sakit Berat
اللَّهُمَّ اَحْيِنِي مَاكَا نَتِ الْحَيَاةُ خَيْرً الِّى وَتَوَ فَّنِى مَاكَا نَتْ الوَ فَاةُ خَيْرًا لِى
Allahumma ahyini maa kaa natil khayatu khairalli, watawaf fanni adza kaanat aafaatu khiralli
Artinya: “Ya Allah, Sembuhkanlah penyakitnya jika itu lebih baik baginya. Dan cabutlah nyawanya jika kematian itu lebih baik baginya.”
3. Doa untuk Kedua Orang Tua Panjang Umur
اَللهُمَّ اغْفِرْلِىْ ذُنُوْبِىْ وَلِوَالِدَىَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِىْ صَغِيْرًا. وَلِجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، َاْلاَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ، وَتَابِعْ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ بِالْخَيْرَاتِ، رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُالرَّاحِمِيْنَ، وَلاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ اِلاَّبِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ
Allaahummaghfirlii dzunuubii waliwaalidayya warhamhumaa kamaa robbayaanii shoghiiron. Walijamii’il muslimiina walmuslimaati, walmu’miniina wal mu’minaati al ahyaa’I minhum wal amwaati, wataabi’ bainanaa wa bainahum bil khoiraati, robbighfir warham wa annta khoirur raahimiina, walaa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil adhiimi.
Artinya: “Ya Allah, berikanlah ampunan kepadaku atas dosa-dosaku dan dosa-dosa kedua orang tuaku, dan kasihanilah keduanya itu sebagaimana beliau berdua merawatku ketika aku masih kecil, begitu juga kepada seluruh kaum muslimin dan muslimat, semua orang yang beriman, laki-laki maupun perempuan yang masih hidup maupun yang sudah meninggal dunia, dan ikutkanlah diantara kami dan mereka dengan kebaikan. Ya Allah, berilah ampun dan belas kasihanilah karena Engkaulah Tuhan yang lebih berbelas kasih dan tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan-Mu.”
4. Doa Memohon Ampunan untuk Kedua Orang Tua yang Meninggal
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ مِنْ مَشَارِقِ الْاَرْضِ إِلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا، خُصُوْصًا إِلَى آبَاءِنَا وَاُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادِنَا وَجَدَّاتِنَا وَأَسَاتِذَتِنَا وَمُعَلِّمِيْنَا وَلِمَنْ أَحْسَنَ إِلَيْنَا وَلِأَصْحَابِ الحُقُوْقِ عَلَيْنَا
Allāhummaghfir lil muslimīna wal muslimāt, wal mukminīna wal mukmināt, al-ahyā’i minhum wal amwāt, min masyāriqil ardhi ilā maghāribihā, barrihā wa bahrihā, khushūshan ilā ābā’inā, wa ummahātinā, wa ajdādinā, wa jaddārinā, wa asātidzatinā, wa mu’allimīnā, wa li man ahsana ilainā, wa li ashhābil huquqi ‘alaynā.
Artinya: “Ya Allah, ampunilah mukminin, mukminat, muslimin, muslimat, yang masih hidup, yang telah wafat, yang tersebar dari timur hingga barat, di darat dan di laut, khususnya bapak, ibu, kakek, nenek, ustadz, guru, mereka yang telah berbuat baik terhadap kami, dan mereka yang masih memiliki hak terhadap kami.”
Selain mendoakan kedua orang tua, seorang anak juga dapat menunjukkan baktinya dengan menghormati kedua orang tua, sopan dalam berkata-kata dan bertindak kepada kedua orang tua, tidak berkata dengan nada yang tinggi dan keras, kemudian rajin belajar dan beribadah. ***



















