Kamis, 12 Maret 2026
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
Kamis, 12 Maret 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

Kapan Perayaan Hari Valentine dan Bagaimana Sejarah dari Peringatan Tersebut? Dipenuhi Kekejaman

Rafly Putra Amy Ramadhan Oleh: Rafly Putra Amy Ramadhan
6 Februari 2022 | 09:30
Kapan Perayaan Hari Valentine dan Bagaimana Sejarah dari Peringatan Tersebut? Dipenuhi Kekejaman

Kapan Hari Valentine dan bagaimana sebenarnya sejarah peringatan tersebut sehingga kini menjadi perayaan rutin tahunan di seluruh dunia. Kabarbesuki.pikiran-rakyat.com

Bagikan Ke WhatsAppBagikan Ke FacebookBagikan Ke TwitterBagikan Ke Telegram

BANTENRAYA.COM – Perayaan Hari Valentine diperingati pada tanggal 14 Februari setiap tahunnya.

Hari Valentine biasa disebut juga sebagai hari kasih sayang dan biasanya banyak orang yang memanfaatkan momen itu untuk merayakan bersama dengan orang tercinta.

Tak jarang juga mereka mengungkapkan kasih sayang dengan bertuker kado dan mengirimkan sebuah buket bunga ditambah ucapan atau gombalan di Hari Valentine.

ADVERTISEMENT

Baca Juga: Ini Obat Yang Dipakai Untuk Covid 19 Terbukti Tidak Bermanfaat Menurut Zubairi Djoerban

Pada artikel ini kita akan membahas sejarah Hari Valentine dan legenda yang banyak tidak diketahui oleh orang, berikut ini Hari Valentine dan legendanya:

Versi St.Valentine dan Claudius II

Sejarah pertama datang dari seorang pendeta dari Roma yang bernama Valentine yang memiliki akhir tragis.

Legenda ini menceritakan kekejaman yang dialami pendeta Valentine yang dipukuli dan berakhir dipancung pada tanggal 14 Februari 278 nasehi.

BACAJUGA:

Tangcity Mall Berbagi Berkah Santuni 1000 Anak Yatim

Tangcity Mall Berbagi Berkah, Santuni 1000 Anak Yatim

7 Maret 2026 | 09:59
Ita Kania

Berawal Dari Hobi, Ita Kania Sukses Jadi Pengrajin Batu Alam

19 Desember 2025 | 17:51
Asep Nugrahajaya

Asep Nugrahajaya, Dari Anak Guru SD Jadi Kadis Pendidikan Hingga Staf Ahli Bupati Serang

1 Desember 2025 | 08:34
lowongan kerja

Siap Berkarir di Bank? Lowongan Kerja Terbaru BTPN Syariah, Terbuka untuk D3

9 September 2025 | 07:29

Baca Juga: Sri Mulyani Naikkan Tarif Pajak Jadi 35 Persen, Deddy Corbuzier: Ehhh… Buuu

Bentuk eksekusi ini merupakan sebuah hukuman karena pendeta Valentine dianggap menentang kebijakan seorang Kaisar bernama Claudius ll.

Menurut sejarah Claudius ll dikenal kejam setelah membuat Roma terlibat dalam berbagai pertempuran berdarah, hal itu agar Roma selalu menang dalam peperangan.

Sehingga sang Kaisar harus memiliki tentara yang kuat yang sayangnya hal itu ternyata sulit untuk diwujudkan.

Baca Juga: Come Back Dramatis, AC Milan Tumbangkan Inter Milan 2 – 1

Sebab, tentaranya enggan pergi ke medan perang karena terikat pada istri atau kekasih mereka.

Untuk mengatasinya, Claudius II melarang semua bentuk pernikahan serta tunangan yang ada pada Roma.

Hal ini menyulut pertentangan dari pendeta Valentine ini menentang kebijakan tersebut, ia berusaha secara diam-diam menikahkan para pasangan muda.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Terus Meningkat, Pemprov Banten Indikasikan Kembali Perketat Mobilitas Warga

Tindakan ini tercium dan pada akhirnya pendeta Valentine ditahan kemudian tubuhnya dipukul hingga dipancung.

Hukuman ini menjadikan sebuah tanda sebagai peringatan atau perayaan yang dilakukan setiap tanggal 14 Februari.

Sejarah Hari Valentine versi ini lebih banyak dipercaya dikarenakan legenda yang beredar menyebutkan bahwa Valentine meninggalkan catatan perpisahaan untuk putri penjaga penjara yang menjadi temannya.

Baca Juga: Kasus Edy Mulyadi Lanjut Kasus Arteria Dahlan Stop, Ini Komentar Ahli Hukum

Sejarah Menurut Festival Lupercalia

Sejarah lainnya mengenai Hari Valentine menyebutkan bahwa berasal dari sebuah festival, ada beberapa versi legenda yang menyatakannya.

Akan tetapi sampai saat ini masih belum diketahui cerita mana yang memang benar yang menjadi awal mula perayaan Hari Valentine.

Salah satunya adalah Festival Lupercalia yang sudah menjadi tradisi bangsa Romawi kuno yang tidak terlepas dengan hal-hal yang berbau seks.

Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Erupsi Terus, Masyarakat Anyer dan Cinangka Khawatir Pariwisata Sepi

Kebenaran ini pernah ditulis oleh J.A North dalam The Journal of Romance to this volume 98 2008, selain itu Lupercalia merupakan tradisi nenek moyang Romawi kuno yang tidak bermoral dan tidak melambangkan kehangatan atau kasih sayang sama sekali.

Festival Lipercalia yang sering kali dilakukan dianggap sebagai salah satu tradisi untuk menghormati Dewa kesuburan pada zaman pra Romawi.

Namun Lupercalia ini umumnya dirayakan pada tanggal 15 Februari sedangkan Valentine dirayakan satu hari sebelumnya.

Baca Juga: Cara Melindungi Handphone dari Serangan Virus yang Menyerang Sistem

Terlepas dari legenda keterkaitan antara Santo Valentine ataupun Festival Lupercalia, Hari Valentine menjadi sebuah perayaan atau budaya yang banyak dilakukan oleh sebagai negara termasuk di Indonesia.

Setelah sejarah yuk kita simak juga fakta Hari Valentine dulu hingga kini.

Perbedaan perayaan Valentine zaman dulu hingga kini sangatlah jauh, pada zaman Romawi Kuno 14 Februari merupakan hari kasih sayang yang mewajibkan semua orang untuk memperingati dan juga meliburkan berbagai kegiatan.

Baca Juga: Truk Bermuatan Ikan Lele Terguling ke Sawah, Warga Malah Lakukan Penjarahan

Beberapa sejarawan menelusuri pada masa itu orang-orang memperingati tanggal 14 Februari sebagai hari libur guna menghormati Juno yang merupakan Ratu dewa-dewi Romawi.

Fakta lainnya pada zaman dahulu perayaan dimulai pada tanggal 15 tidak sama dengan saat ini yang hanya merayakan di tanggal 14 Februari saja.

Seperti kalian ketahui tanggal 15 Februari sering kali diadakan sebuah perayaan bernama Festival Lupercalia yang umumnya disebut sebagai festival kesuburan.

Baca Juga: Makam Vanessa Angel akan Dibongkar dan Dipindah ke Pinggir Makam Ibunya

Dalam kegiatan nama-nama wanita kedalam sebuah kotak kemudian pria akan secara acak mengambil sebuah nama yang nantinya akan dijodohkan atau dipasangkan.

Akan tetapi seiring berjalannya waktu dan zaman, budaya itu mulai berubah dan tradisinya pun diganti hanya dengan mengungkapkan hari kasih sayang ketika Hari Valentine tiba.

Demikianlah Sejarah Hari Valentine dan Legenda, dan menurut kalian bagaimana padangan kalian sendiri terhadap Hari Valentine? ***

Editor: Administrator
Tags: kekejaman
Previous Post

DPW Partai Ummat Provinsi Banten Resmi Dilantik, Langsung Buka Pendaftaran 10.000 Caleg

Next Post

Menhan Prabowo Kunjungi UGM, Mahasiswa UGM Unjuk Gigi Memperkenalkan Inovasi Teknologi Pertahanan

Related Posts

Tangcity Mall Berbagi Berkah Santuni 1000 Anak Yatim
Citizen

Tangcity Mall Berbagi Berkah, Santuni 1000 Anak Yatim

7 Maret 2026 | 09:59
Ita Kania
Citizen

Berawal Dari Hobi, Ita Kania Sukses Jadi Pengrajin Batu Alam

19 Desember 2025 | 17:51
Asep Nugrahajaya
Citizen

Asep Nugrahajaya, Dari Anak Guru SD Jadi Kadis Pendidikan Hingga Staf Ahli Bupati Serang

1 Desember 2025 | 08:34
lowongan kerja
Citizen

Siap Berkarir di Bank? Lowongan Kerja Terbaru BTPN Syariah, Terbuka untuk D3

9 September 2025 | 07:29
Fun Run
Citizen

Muhammadiyah Gelar Fun Run 2025 di Yogyakarta Akhir Pekan Ini, Catat Tanggalnya

8 September 2025 | 20:53
3 Link Twibbon Peringatan HUT Jalasenastri 2025, Desain Gratis dan Terbaru
Citizen

3 Link Twibbon Peringatan HUT Jalasenastri 2025, Desain Gratis dan Terbaru

26 Agustus 2025 | 17:18
Load More

Popular

  • Kasus perselingkuhan suami Maissy

    Dituding Jadi Selingkuhan Suami Maissy, Ibu Cindy Rizap Tegas Sang Anak Kena Tipu Dokter Riky Febriansyah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan Bopeng-bopeng, Gubernur Banten Tagih Komitmen Pengelola Tol Tangerang-Merak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkot Serang Gelontorkan Rp 45 Miliar untuk THR PNS, PPPK Penuh Waktu Hingga PPPK Paruh Waktu 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Walikota Serang Budi Rustandi Instruksikan Seluruh OPD Beralih ke Transaksi Digital

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Angkanya Terus Meningkat, Pemprov Banten Dinilai Gagal Atasi Kemiskinan di Perkotaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Link Twibbon Hari Perempuan Internasional 2026, Terbaru dan Paling Kekinian

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabupaten Serang Miliki Dua Jembatan Baru Hasil Kolaborasi dengan TNI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tiga Bulan Anggaran Sekolah Gratis Belum Dibayar, Dindikbud Banten Dinilai Tidak Profesional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Arti Kalimat ‘Nyawit Nih Orang’ yang Banyak Digunakan di Media Sosial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pergoki Pelecehan di KRL, Korban Langsung Nangis Histeris

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Petugas Dapur SPPG Yayasan Sukaratu 6, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, memperlihatkan selembar surat cinta dari siswa yang terselip dalam ompreng MBG, Rabu 11 Februari 2026. (Dokumentasi Bantenraya.com)

Selipkan Pesan di Ompreng MBG, Peserta Didik di Pandeglang Request Menu: Minta Nasi Goreng hingga Ayam

12 Februari 2026 | 05:00
SMAN 1 Cimarga

Pengakuan Siswi SMAN 1 Cimarga yang Ikut Mogok Sekolah, Bukan Dukung Siswa Merokok tapi……

18 Oktober 2025 | 12:16
Pemprov Banten kembali membuka pendaftaran mudik gratis

Banyak yang Mengundurkan Diri, Pemprov Banten Buka Ulang Pendaftaran Mudik Gratis

24 Februari 2026 | 14:42
Kabupaten serang PT PWI

Sempat Produksi Sepatu di Kabupaten Serang, PT PWI 1 Bakal Bangkit Buka Usaha Baru di Cikande

2 Februari 2026 | 17:11

Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional, Bjb Backup Total Pembiayaan UMKM

Asooooy… Kepala Desa akan Diajak Studi Banding ke Korea dan China

Seluruh Ospek di Kampus Diputuskan Digelar Online, Termasuk di Banten

Mudik Resmi Dilarang, Efektif 24 April

Banjir di Perumahan Metro Cilegon yang membuat volume sampah meningkat pada Minggu, 8 Maret 2026. (Gillang/Bantenraya.com)

Volume Sampah Kota Cilegon Meningkat Usai Banjir, Ada Kasur hingga Kulkas Mengambang di Sungai

12 Maret 2026 | 12:32
Kepala Spenda Hj Nurhayati foto bersama siswa saat mengikuti kegiatan keterampilan membuat ketupat bersama sebagai bentuk pengenalan tradisi budaya, Rabu (11/3/2026).

Kampung Ramadan Spenda Cilegon, Kolaborasikan Literasi dan Numerasi

12 Maret 2026 | 11:52
Pesantren Ramadhan di SDIT Al Muhajirin. (Dokumentasi SDIT Al Muhajirin)

SDIT Al Muhajirin Gelar Pesantren Ramadan Guna Perkuat Iman dan Takwa Siswa

12 Maret 2026 | 11:45
Gema Ramadhan di SDIT Bina Bangsa. (Dokumentasi SDIT Bina Bangsa)

SDIT Bina Bangsa Tanamkan Spiritualitas, Akhlakul Karimah Sejak Dini

12 Maret 2026 | 11:30

Tag

2022 Andra Soni ASN banjir Banten Beasiswa BRI Brigadir J BRI Super League Cilegon drakor drama Korea Harga Tiket Helldy Agustian Indonesia Jadwal jadwal tayang Kabupaten Lebak kabupaten serang Kota Cilegon Kota Serang Lebak link nonton link twibbon lowongan kerja Pandeglang Pemkot Cilegon pemkot serang Pemprov Banten pilkada Preman Pensiun 6 Preman Pensiun 7 profil provinsi banten Ramadhan Robinsar serang sinopsis spoiler spoiler sub indo Timnas Indonesia Twibbon UMKM viral
ADVERTISEMENT
Banten Raya

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda

Nomor ID Pers : 26666 | Status Pendataan : Terverifikasi Faktual | Sertifikat : 1393/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Digital Banten Raya
  • Ecommerce Banten Raya
  • Siding Banten Raya
  • Share Banten Raya

Ikuti Kami

  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda