BANTENRAYA.COM – Mendapat kritikan berbagai pihak terkait event motor trail di Ranca Upas, Ciwidey, Kabupaten Bandung yang berujung merusak ladang Edelweis kini panitia penyelenggara buka suara.
Setelah sebelumnya, publik menilai penyelenggaraan motor trail di Ranca Upas itu berdampak buruk bagi tanaman Edelweis yang dianggap langka namun rusak seketika karena digilas roda peserta event.
Bukan main, kerusakan ladang Edelweis di Ranca Upas pasca event motor trail ini, setidaknya 1,5 Hektare ladang menjadi rusak.
Baca Juga: BRIN Angkat Suara, Awal Ramadhan 2023 Diprediksi Bakal Jatuh Serentak, Lalau Bagaiman dengan Lebaran
Kerusakan yang terjadi menyulut amarah pengurus bunga rawa itu karena menurutnya tanaman Edelweis hanya tumbuh di dua lokasi yakni Ranca Upas dan danau Ciharus
“Buat temen-temen semuanya ya, panitia di acara event trail di kampung Ranca Upas khususnya buat orang perhutani yang memberikan kebijakan memberikan izin terkait acara tersebut liat nih dampaknya seperti ini,” ujar Mang Uprit.
“Udah saya tanam lagi, udah saya kembangbiakkan lagi bunga rawa. Sedangkan bunga ini tuh hanya ada di 2 tempat paham nggak kalian,” tambah Mang Uprit.
Baca Juga: TERBARU! Info Lowongan Kerja di PT Agro Boga Utama, Cukup Kirim CV Terbaik
“Termasuk di Indonesia pun hanya dua tempat, Ranca Upas sama Danau Ciharus, Kamojang, Garut,” lanjutnya.
Berdasarkan pantauan BantenRaya.com melalui akun TikTok @angin__baik mengunggah video klarifikasi panitia terkait event yang menuai kontroversi itu.
Sejumlah pemuda berjejer menghadap kamera dan menyampaikan permohonan kepada semua pihak, berlokasi di Polsek Ciwidey.
Baca Juga: 12 Ucapan Selamat Datang Bulan Ramadan 2023, Penuh Doa dan Harapan Cocok Jadi Caption Media Sosial
“Kami panitia event trail camping adventure explore yang diselenggarakan di kampung Cai Ranca Upas pada hari Minggu, 5 Maret 2023 memohon maaf yang sebesar-besarnya. Dengan ini kami panitia menyadari atas kesalahan teknis yang terjadi sehingga mengakibatkan dampak kerugian materil maupun non materil. Kami berinisiatif untuk memperbaiki seluruh kerusakan yang diakibatkan oleh acara trail tersebut,” ucap permintaan maaf panitia yang diunggah TikTok @angin__baik
Unggahan di akun TikTok itu juga di upload pada akun Instagram @trail_pasiripis dan setidaknya ada empat video tambahan dalam unggahan akun Instagram tersebut.
Video ke dua dan ke tiga serta ke empat menampilkan kondisi Ranca Upas pasca event trail. Namun pada video ke lima menampilkan seorang pria bernama Doni Adhi Putra.
Baca Juga: Info Lowongan Kerja: PT Santan Borneo Abadi Mencari Lulusan SMA, SMK, MA, atau Sederajat
Belum diketahui secara pasti Doni ini, apakah panitia event atau bukan. Tetapi ia mengajak semua pengendara trail se Indonesia untuk mengulurkan donasi bagi petani yang terdampak acara tersebut.
“Assalamulaikum wr.wb. Perkenalkan nama saya Doni Adhi Putra sering dipanggil Zidhon, saya sangat menyesali event trail yang merusak alam atau pertanian di wilayah Ranca Upas Ciwidey Bandung kemarin,” tutur Doni di akun Instagram @trail_pasiripis
“Di video ini hanya ingin mengajak, rekan-rekan sahabat trail se nusantara untuk berdonasi kepada seluruh petani yang terdampak akibat event trail kemarin. Open donasi ini akan disalurkan oleh teman-teman trail di Bandung khususnya Ciwidey, langsung diberikan kepada para petani.”
Netizen yang melihat video itu ramai-ramai memberikan komentar miring terkain ajakan open donasi untuk petani yang menjadi korban event trail tersebut.
“Yang benarlah…kalian buat acara… ada yg rusak …coba dipikir masak minta orang lain donasi (emoticon ketawa) hebat benar nt,” Komentar @setiady_gunawan
“Para peserta aja udh di rugikan dengan acara tsb.dengan pendaftaran yg nominal cukup besar.sekarang untuk kerusakan di beratkan lagi ke all comunitas trail dengan cara open donasi.lah uang pendaftaran kemaren kamana.undian ny aja tdk berlangsung.hasil undian sama uang pendaftaran aja di pake semua untuk pergantian pihak2 yg di rugikan masih lebih boskuhhh (emoticon maaf).” Cuit @putrapusakasalapantilu
Baca Juga: Zainudin Amali Resmi Serahkan Surat Pengunduran Diri dari Kamenpora dan Siap Temui Jokowi
“Lah mala minta donasi duit pendaftaran kami kemana? Hahaha,” komentar @agil_bulek
Kendati demikian, di wilayah tersebut sudah mulai ditanami kembali tumbuhan Edelweis guna menjaga kelestariannya.***


















