BANTENRAYA.COM – Penghasilan tukang becak di Kabupaten Lebak semakin terkikis oleh kehadiran ojek online atau ojol. Namun demikian, tukang becak tetap eksis di Lebak hingga kini.
Sarmin, salah satu tukang becak di Kacamatan Rangkasbitung mengatakan, sebelum ada ojol penghasilannya dalam satu hari bisa mencapai Rp200 ribu. Namun semenjak zaman berubah penghasilannya dalam satu hari tidak menentu terkadang dapat bahkan tidak dapat.
“Ya sekarang mah peminat becak jarang, saya sudah narik becak semenjak zaman Soeharto pas masih Sekolah Dasar (SD), sekarang kadang sehari itu dapat Rp 30 ribu, malah kadang tidak dapat,” katanya kepada Banten Raya.
Ia menjelaskan, di zaman sekarang warga Lebak lebih memilih menggunakan jasa ojek online dibandingkan jasa becak.
Baca Juga: Abuya Muhtadi Ajak Masyarakat Sampaikan Data ke Pantarlih Sesuai Adminduk dan Sukseskan Pemilu 2024
“Warga Lebak sekarang lebih suka pake ojek online dibandingkan naik becak, kan lebih mudah tinggal pesen lewat handphone saja,” jelasnya.
Sarmin mengungkapkan, sebelum zaman digital berkembang dalam satu hari dirinya membawa penumpang sebanyak 50 orang. Namun pada tahun sekarang paling banyak hanya 3 orang.
“Menyusutnya banyak banget, sekali tarik itu penumpang membayar tarif sebesar Rp 10 ribu,” ungkapnya.
Sarmin menambahkan, faktor cuaca pun menjadi sebab omzet para tukang becak menurun.
“Kan kalau hujan pastinya kami tidak bisa narik soalnya kan kehujanan tidak bisa narik, penumpang juga enggan menggunakan jasa kami,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu warga Kecamatan Rangkasbitung, Afifa Layansari menuturkan, lebih memilih ojek online dibandingkan becak karena lebih cepat dan instan.
Baca Juga: Crash Course In Romance Episode 10 Sub Indo: Link Nonton Full Movie Bukan Telegram dan Bilibili
“Kalau becak kan telah terus harus ke pangkalan, tapi kalau ojek online tinggal pesen lewat handphone kan lebih mudah,” tandasnya. ***



















