BANTEN RAYA.COM – Pembangunan Pasar Cipanas Baru berlokasi di Desa Haur Gajrug, Kecamatan Cipanas menghabiskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Lebak sebesar Rp 19 miliar. Namun, kondisi pasar tersebut sepi pedagang, Selasa 7 Feberuari 2023.
Pengelola Pasar Cipanas Baru, Yani mengatakan, pasar tersebut dilaunching pada bulan Juli 2022 hingga Desember (2/12) ratusan ruko dan lapak awalnya telah terisi penuh oleh para pendagang. Namun, pada akhir bulan Desember para penjual memilih meninggalkan pasar karena sepi pelanggan.
“Pas dibuka masih rame, ruko semuanya terisi cuman pas akhir tahun para pedagang memilih pergi soalnya tidak ada pelanggan,” katanya kepada Bantenraya.com.
Baca Juga: Kelompok KKB Menyandera Penumpang Pesawat Susi Air hingga Membakar
Ia mengungkapkan, selain faktor pelanggan pasar tersebut sepi karena jauh dari pemukiman, dan masyarakat lebih memilih berbelanja ke pasar Gajrug.
“Ya namanya juga baru merintis, ini kan pasar baru bukan pasar pindahan, kalau pasar pindahan mah pasti langsung ramai pembeli, pasar ini buat bertujuan untuk memudahkan masyarakat Cipanas agar tidak terlalu jauh ketika membeli kebutuhan pokok, dan rumah tangga,” ungkapnya.
Lebih lanjut, sejak dibukanya Pasar Cipanas Baru dengan kapasitas toko
berjumlah 104 unit, kios 96 unit , dan selter 10 unit dengan harga sewa relatif murah tarif sewa toko didepan hanya sebesar Rp 7,5 juta pertahun, kios Rp 750 ribu perbulan, dan selter disamping Rp 1,5 juta perbulan.
Baca Juga: Pesan Jaksa Agung ke Kajati Banten, Awasi Pengelolaan Keuangan di Pemerintah Daerah
“Kalau dibandingkan dengan tarif sewa di pasar Gajrug itu jauh sekali sekitar Rp 15 juta pertahunnya, kalau disini masih terbilang murah, apalagi kalau ada pedagang baru untuk sewa toko dibebaskan selama satu tahun, udah terbilang enak disini itu, cuman karena pengunjung pasar tidak aktif para pedagang memilih pergi,” tandasnya.
Yani menuturkan, setelah dibukanya pasar tersebut pedagang sudah memenuhi ratusan kios yang tersedia bahkan ada pedagang tidak kebagian tempat untuk menjajakan barang dagangannya.
“Sempat ramai gara-gara pelanggannya sepi para pedagang harus buka tutup, malah lebih banyak tutupnya soalnya tidak ada pelanggan, bahkan masih ada pemilik toko yang barang dagangannya masih disini tapi orangnya sudah tidak pernah kesini,” tuturnya.
Baca Juga: Eks Dirkrimsus Polda Banten Setor Rp150 Juta, ke Rektor Unila
Ia membeberkan, upaya pihak pengelola sudah dilakukan untuk menarik minat pengunjung pasar antara lain membuat sejumlah wahana, dan membuat event-event.
“Padahal kami sudah berupaya untuk menarik minat pengunjung, namun upaya kami sia-sia, disini itu ada taman bermain, iklan, sewa murah, dan lain sebaginya udah kami lakukan,” bebernya.
Yani menambahkan, pada tahun ini pedagang yang sudah mendaftar untuk menempati kios berkisar 70 persen. Sayangnya pada pedagang saling tunggu.
“Sebenarnya sekarang juga udah banyak yang mendaftar untuk menempati kios, cuman mereka menunggu semisal udah ramai baru akan menempati kios ini, sementara ini jumlah pedagang hanya sebanyak 40 persen sekitar 30 orang lebih, mereka tetap bertahan meskipun sepi pelanggan,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu pedagang sembako, Erim mengungkapkan, terpaksa harus gulung tikar lantaran barang dagangannya tidak terjual.
“Saya kan jualan sembako karena jarang ada yang beli terpaksa modal saya pakai untuk kehidupan sehari-hari, soalnya kalau pulang cukup jauh, akhirnya saya memilih untuk menetap disini, kadang sehari saya tidak dapat, kadang dapat, lebih banyak tidak dapatnya sih,” ungkapnya.
Baca Juga: Pesawat Susi Air Dibakar di Nduga Papua, Nasib Pilot Belum Jelas
Ia menuturkan, ratusan pedagang Pasar Cipanas Baru mayoritas sudah menenggalkan kiosnya hanya dirinyalah yang masih bertahan.
“Kalau didepan masih lumayan ada pedagang, kalau didalam cuman saya yang masih bertahan, karena barang jualan sudah dipakai ya paling saya tidur,” tuturnya.
Pedagang lainnya, Mulyadi sangat menyayangkan atas para pedagang yang pergi meninggalkan pasar. Menurutnya, pasar Cipanas baru sangat enak.
“Saya menyaksikan betul saat pasar ini ramai hingga pada pedagang meninggalkan pasar karena sepi pelanggan, ada juga yang ngeluh apalagi kalau tukang sayuran barang dagangnya suka busuk,” tandasnya.
Baca Juga: Tegaskan Independen, NU Dilarang Ikut Politik Praktis
Ia berharap, suatu saat nanti pasar ini akan ramai pedagang dan pembeli karena diadakannya pasar Cipanas Baru untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat.
“Semoga nanti ramai lagi, soalnya pasar ini sangat enak, apalagi sewa kios dibebaskan selama setahun bagi pedagang baru, nanti kan akan dibangun terminal Cipanas, semoga terminal itu bisa membuat pasar ini berkembang dan banyak pengunjungnya,” harapnya.
Dengan demikian, Asisten Daerah (Asda) II Bidang Pembangunan dan Ekonomi Pemkab Lebak, Ajis Suhendi membenarkan atas sepinya pasar Cipanas Baru.
“Mohon bersabar pastinya kami akan membuat pasar itu berkembang pesat, tapi kan butuh proses terlebih dahulu, namanya juga pasar baru, itu mah pasar rintisan dibuat bertujuan untuk mendongkrak perekonomian masyarakat,” paparnya.
Baca Juga: Siap-siap Anggaran Dinas di Kota Cilegon Bakal Dipangkas, Ini Biang Keladinya
Senada dengan Asda II, Pegawai Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lebak, Arif akan membantu mengembangkan pertumbuhan pasar Baru Cipanas.
“Saya harap masyarakat mau membantu dalam menumbuhkan pasar ini karena dalam memajukan pasar Baru Cipanas perlu kerjasama dari semua elemen,” singkatnya.
Ditempat yang sama, Pelaksana Inspektorat Lebak, Ahmad Sugianto melakukan monitoring terkait potensi perkembangan pasar Baru Cipanas.
“Sekarang kami sedang melakukan monitoring apakah potensi perkembangan pasar tinggi atau rendah, bangun pasar Cipanas Baru pakai anggaran negara, kalau tidak berkembang mah sayang sekali,” katanya.
Baca Juga: Gempabumi Tektonik M5,2 Di Selatan Banten, BMKG Nyatakan Tidak Berpotensi Tsunami
Ia mengajak kepada seluruh masyarakat Lebak agar mau membantu mengembangkan Pasar Cipanas Baru karena jika berkembang taraf perekonomian masyarakat Lebak meningkat terkhusus di Daerah Cipanas.
“Yu kita sama-sama kembangkan pasar ini, kalau bukan kita siapa lagi, apalagi tempat ini dibangunan untuk kepentingan bersama,” ucapnya. (***)


















