BANTENRAYA.COM – Potongan cuplikan video Emha Ainun Najib atau Cak Nun yang menyoal Presiden Jokowi Firaun mendapatkan tanggapan dari sejumlah tokoh ulama.
Salah satu yang bereaksi atas celetukan Cak Nun adalah Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah yang mengumpakan sebuah kisah dakwah Nabi Musa dan Harun.
Dimana Musa dan Harun mendapatkan perintah langsung dari Allah untuk memberikan nasihat lemah lembut kepada Firaun.
Baca Juga: Abidzar Al Ghifari Banyak Dihujat Karena Pegang Anjing, Ummi Pipik Beri Pembelaan Begini
Bahkan, Gus Miftah menilai apa yang disampaikan Cak Nun terlalu kasar dan tidak patut sebagai ulama.
Lalu, dirinya juga tidak heran jika karena kritik kasar tersebut banyak ulama yang ditangkap dinilai kriminalisasi.
Padahal, menurut Gus Miftah itu sebanarnya bukan kriminalisasi ulama.
Baca Juga: Memanas! KPI Sekakmat Deddy Corbuzier yang Protes Fajar Sadboy Tampil di TV
Sebelumnya, viral soal Cak Nun mengungkapkan jika demokrasi di Indonesia itu sudah dikuasai Firaun atau Jokowi, Qarun yaitu 10 naga dan Haman yaitu Luhut Binsar Panjaitan.
Dalam video yang tersebar tersebut Cak Nun mengungkapkan, jika ketiganya sudah menguasai semua system, mulai dari uang, alat politik, sampai sistem dan otoritasnya, jadi ikut siapa saja sudah ada yang menang.
Atas dasar itu, Cak Nun sudah menyampaikan permintaan maaf lewat Youtube CakNun.com yang diunggah dirinya.
Baca Juga: Ejen Ali Musim 3 Episode 13 Tayang Kapan, Jam Berapa? Ini Link Nonton Resmi di Disney Hotstar
Ia merasa jika apa yang diucapkannya tersebut sudah menyakiti hati banyak orang.
Hal itu juga diucapkan atas dasar ketidak sadarannya, sehingga Youtube juga bertajuk Cak Nun Kesambet.
Dikutip dari YouTube Sandekar Lampung pada Jumat 20 Januari 2023, Gus Miftah menyampaikan, jika kritik yang disampaikan Cak Nun sebagai salah satu ulama dan cendikiawan tersebut terlalu kasar.
Baca Juga: Kuota Haji Indonesia Tahun 2023 Berapa? Menag Yaqut Cholil Qoumas Beri Jawaban Ini
Sebab, sudah menuduh terlalu kasar kepada pemerintah.
Bahkan, Gus Miftah menyindir jika Musa dan Harun saja yang merupakan nabi.
Diperintahkan Allah untuk memberikan nasihat lemah lembut kepada Firaun yang sudah mengaku tuhan.
“Pantaskan hari ini memberikan keritik kepada pemerintah, khususnya Presiden secara kasar. Bahkan, Allah memerintahkan Musa dan Firaun sekalipun dengan cara lemah lembut,” katanya.
Gus Miftah menyampaikan, dirinya tidak heran jika ada anggapan ulama dikriminalisasi. Padahal hal itu oantas karena memberika kritik kasar kepada pemerintah.
“Saya tidak heran ulama banyak ditangkap dan dianggap kriminalisasi. Padahal itu bukan sama sekali kriminalisasi ulama,” paparnya. ***




















