BANTENRAYA.COM – Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar atau biasa disapa Cak Imin sesumbar soal target perolehan suara pada Pemilu 2024 nanti.
Dimana, menurut Cak Imin PKB menargetkan bisa merebut posisi 2 besar Partai Gerindra pada Pemilu 2024.
Dirinya yakin sebagai partai dengan basis suara muslim terbesar di Indonesia serta doa dari para ulama bisa memperoleh suara signifikan pada Pemilu 2024.
Baca Juga: Dua Mayat Pria di Tengah Hutan Karet di Lebak Penuh Luka Pukulan, Diduga Tewas karena Dicekik
Meski menjadi mitra koalisi pada Pemilu 2024. Namun, PKB tetap akan bersaing untuk memperoleh suara terbanyak nantinya.
Dikutip BantenRaya.Com dari Youtube NU Channel pada Jumat 13 Januari 2023, Muhaimin Iskandar mengatakan, jika PKB menjadi partai paling teratas di papan tengah perolehan suara dengan 13 juta suara dan 58 kursi di DPR.
Untuk itu, kedepan pihaknya menargetkan akan bisa bertengger di posisi dua untuk bersaing dengan Golkar dan Gerindra.
Baca Juga: Profil dan Biodata Wout Weghorst, Stiker Jangkung si Pemain Baru Manchester United
“PKB bertengger 3 besar dari seluruh survei dan berdampingan dengan juara 1 PDI Perjuangan dan juara 2 gerindra. Jadi target bisa mengalahkan Gerindra di nomor 2, sebagai teman koalisi sama-sama bersaing dan syukur bisa bersaing menjadi nomor satu,” katanya saat sambutan dalam acara Ijtima Ulama PKB, Jumat 13 Januari 2023.
Cak Imin menyampaikan, pihaknya meminta doa restu kepada para ulama untuk bisa menjadikan PKB sebagai partai yang bisa meraih hasil signifikan dalam Pemilu 2024 nanti.
“Januari 2018 dibandingkan Desember 2022 kita mengalami tren kenaikan yang sangat signifikan, dengan kenaikan sampai diatas 5 persen. Dengan tren ini peluang PKB bisa di level tengah tapi menjadi partai papan atas,” ujarnya.
Disisi lain, jelas Cak Imin, peran ulama dan santri sangat penting di tengah pergolakan politik dan potensi konflik horizontal yang bisa terjadi nanti pada Pemilu 2024.
Termasuk juga karena efek dari resesi yang bisa menjadikan kesenjangan kaya dan miskin makin besar.
“Para ulama diharapkan bisa memberikan pencerahan kepada bangsa Indonesia mengantisipasi dinamika politik dan ekonomi yang berpotensi menimbulkan krisis dan juga konflik horizontal,” pungkasnya. *

















