BANTENRAYA – Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga atau Disparpora Kota Serang menggelar Festival Kaibon.
Festival Kaibon dilaksanakan di kawasan Stadion Maulana Yusuf, Ciceri, Kota Serang, Senin 12 Desember 2022.
Festival Kaibon dilaksanakan untuk mempromosikan potensi-potensi seni, budaya, pelaku ekonomi kreatif atau ekraf dan sebagainya yang ada di Kota Serang.
Diharapkan melalui Festival Kaibon, potensi seni, budaya, dan ekraf Kota Serang akan semakin dikenal, bukan hanya di dalam negeri, tapi hingga ke luar negeri.
Baca Juga: 4 Tim Berburu Tiket Final, Siapa Jagoanmu yang Bakal Lolos Final
Walikota Serang Syafrudin mengatakan, Festival Kaibon dilaksanan setiap tahun oleh Disparpora Kota Serang.
“Intinya ingin mempromosikan seni, budaya, kemudian wisata, pelaku ekonomi kreatif, dan UMKM Kota Serang,” ujar Syafrudin, kepada Bantenraya.com.
Plt Kepala Disparpora Kota Serang Nursalim menegaskan, Festival Kaibon merupakan program inovatif Disparpora Kota Serang.
“Tujuannya untuk mengangkat potensi-potensi seni, budaya, pelaku ekonomi kreatif dan sebagainya yang ada di Kota Serang, sehingga Kota Serang akan terangkat bukan hanya di dalam negeri tapi ke mancanegara,” tegas Nursalim, kepada Bantenraya.com.
Baca Juga: 5 Pemain Naturalisasi di Tubuh Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2022, Komposisi Mengerikan
Nursalim mencontohkan, belum lama ini pihaknya kedatangan perwakilan kedutaan besar atau Kedubes Amerika Serikat untuk pertukaran budaya dengan Kota Serang.
“Ini adalah langkah awal. Makanya bus ini juga yang kita luncurkan pada kesempatan ini dalam rangka menunjang itu semua,” ucap dia.
Nursalim mengakui bahwa potensi wisata di Kota Serang sangat besar sekali. Hanya saja, kata dia, Peraturan Daerah atau Perda Kepariwisataannya yang harus diperbaiki, terutama retribusi wisata.
Menurut Nursalim, jumlah wisatawan yang berkunjung ke destinasi wisata Kota Serang sangat banyak.
Baca Juga: 7 Film Tentang Natal yang Cocok Disaksikan Bersama Keluarga di Rumah
“Bukan hanya satu juta sampai tiga juta kunjungan wisatawan tahun ini yang tercatat di Banten Lama. Itu belum termasuk kunjungan wisatawan di destinasi wisata yang lainnya,” katanya.
Bila satu orang wisatawan misalkan, memberikan kontribusi Rp1.000 ke kas daerah, maka setahun Rp3 miliar untuk pendapatan asli daerah atau PAD dari pariwisata yang didapatkan.
“Jadi momen ini adalah rangka itu semua. Untuk mengangkat potensi yang ada di Kota Serang yang kayak ini, kalau tidak ditawarkan ke dunia luar tidak akan pernah tau. Jadi kita sendiri yang harus menawarkan kepada mereka,” jelas Nursalim.
Nursalim menuturkan, sedianya Festival Kaibon diadakan selama lima hari, namun karena potensi anggaran tidak memungkinkan, maka Festival Kaibon diadakan hanya dua hari.
Baca Juga: Tersingkir dari Piala Dunia Qatar, Ronaldo Ucapkan ini di Instagram
“Mudah-mudahan tahun depan akan lebih fit lagi, sehingga bisa lebih dari dua hari,” tuturnya.
Pembukaan Festival Kaibon pun dihadiri Wakil Walikota Serang Subadri Ushuludin, Sekretaris Daerah atau Sekda Kota Serang Nanang Saefudin, kepala organisasi perangkat daerah atau OPD, camat se Kota Serang, lurah se Kota Serang, pelaku seni, budaya, dan ekraf. ***




















