BANTENRAYA.COM – Sebut kang Dedi Mulyadi pencitraan, Anne Ratna Mustika tak sungkan bandingkan dengan dirinya dalam dunia kerja.
Bahkan dirinya juga berkata jika selama ini sebagai Bupati Anne Ratna Mustika tak pernah meminta tolong kepada Dedi Mulyadi untuk membayar hutang BDH (Bagian Daerah Hutan).
Ucapan Bupati Purwakarta itu seolah melakukan sindiran keras untuk Dedi Mulyadi sebagai seorang pemimpin rumah tangga
Baca Juga: Data Terbaru, Kulit Melinjo Jadi Penyumbang Terbesar Inflasi di Kota Serang
Tentunya dengan hal di atas jelas sekali jika membandingkan kinerja masing-masing dalam pekerjaanya itu.
Hingga akhirnya Anne Ratna menyoroti Dedi Mulyadi yang sebelumnya pernah manjabat Bupati Purwakarta itu.
“Dalam kepemimpinan saya Siltap tidak pernah telat DBH bayar terus. Sekarang dia masih ada hutang DBH 2 tahun masa minta saya yang bayar siapa elo? “ jelasnya dikutip Banteraya.com dari Instagram @terangmedia.
Baca Juga: TERBARU! Jadwal Tayang Reborn Rich Episode 7, 8 dan 9 Sub Indo Lengkap Hingga Tamat
“Sebenernya utangnya 3 tahun, namun sudah saya bayarkan yang satu tahun, waktu saya masih akur. Saya bayar 28 M karena ditagih desa. Sekarang yang 2 tahun bayar aja sendiri.”ucapnya.
Bahkan dia menyebut, Dedi Mulyadi dengan ‘bupati baheula’. Dia juga menyindir agar sebagai bupati itu jangan suka pencitraan dan nangis melulu.
“Makanya jadi bupati itu yang bener, jangan pencitraan mulu, jangan nangis mulu, nggak tau beneran atau gak,” ucapnya.
Bukan kali ini saja Anne Ratna menyerang Kang Dedi Mulyadi, Anne Ratna sempat menyinggung perasaan sebagai pelaggar dalam syariat islam sebagai suami untuk istri dengan mengungkapkan beberapa alasan.
Kang Dedi juga disebut tidak memberi nafkah lahir dan batin, contohnya tidak memberi uang bulanan.
Ia juga mengaku mendapat kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dalan bentuk kekerasan psikis.
Baca Juga: Sinopsis Reborn Rich Episode 7: Jin Do Jun Menabuh Genderang Perang dengan Sang Kakek
Sontak saja kabar tersebut membuat geger publik dan membuat ramai dikalangan lingkungan kerja keduanya.***


















