BANTENRAYA.COM – Pertamina Tanjung Gerem di bawah Marketing Operation Region III melakukan pembinaan terhadap Kelompok Wanita Tani atau KWT Cahaya Mandiri di Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon.
Pembinaan KWT Cahaya Mandiri dengan Pertanian Tertintegrasi merupakan program Corporate Social Responsibility atau CSR dari Pertamina Tanjung Gerem, Kota Cilegon.
KWT Cahaya Mandiri sendiri beranggotakan sekitar 20 anggota, di mana semuanya berasal dari Lingkungan Cikuasa, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon.
Baca Juga: Ingin Magang di Perusahaan Besar Ternama? Yuk Simak Posisi yang Dibuka dan Penempatannya
Community Development Officer Pertamina Tanjung Gerem, Keanya mengatakan, dalam program pembinaan KWT Cahaya Mandiri berawal dari Program Kampung Iklim atau Proklim dengan Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Kota Cilegon pada 2021.
Program Proklim yang menjadi CSR Pertamina Tanjung Gerem pada 2021, dilanjutkan dengan pembinaan KWT Cahaya Mandiri pada 2022 ini.
“Kegiatannya berawal dari pelatihan, studi banding. Terkait pelatihan manajemen bagaimana pengelolaan manajemen kelompok tani,” kata perempuan yang biasa siapa Anya, Jumat, 28 Okotber 2022.
Baca Juga: Nikita Mirzani Masuk Penjara, Para Rival Merayakan dengan Potong Nasi Tumpeng
Anya menuturkan, selain pelatihan manajemen KWT, juga pelatihan kewirausahaan kelompok tani.
“Bagaimana sih peluang-peluang usaha kelompok tani, kita kasih pelatihan ke ibu-ibu KWT,” ucapnya.
Selain pelatihan manajemen pertanian, juga pelatihan pertanian budidaya anggur dan jamur.
Baca Juga: Kritik Kemenkes dan BPOM Soal Penyetopan Penjualan Obat Sirup, Siti Fadilah Supari: Jangan Sembrono Tho!
“Ada juga bantuan peralatan bantuan rumah sentra anggur, dibangun pakai baja ringan, isinya anggur-anggur. Tahun ini baru mulai penyemaian bibit, mungkin baru tahun depan atau tahun ketiga baru bisa panen,” ungkapnya.
Pihaknya juga memenuhi kebutuhan KWT seperti selang untuk pengairan tanaman, cangkul, pupuk, serta bibit juga diberikan kepada KWT Cahaya Mandiri.
“Di rumah sentra anggur, juga penyiaraman berasal dari tandon air yang bisa menampung air hujan,” terangnya.
Baca Juga: Nikita Mirzani Traktir 700 Boks Pizza, Tahanan Rutan Serang Makan Enakkk…..
Selain peternakan, KWT Cahaya Mandiri juga dibekali ilmu budidaya maggot dan lele.
“Ini pertanian terintegrasi, maggot itu dihasilkan dari limbah organic pertanian, kemudian maggot ini kita jadikan pakan untuk ikan lelel,” terangnya.
Dalam pengembangan integrasi pertanian KWT, kata Anya, pihaknya menggelontorkan uang ratusan juta.
Baca Juga: Cuma 3 Hari! Promo JSM Indomaret 28-30 Oktober 2022, Sejumlah Produk Kebutuhan Banting Harga
“Lebih dari Rp 200 juta untuk CSR itu,” paparnya.
Ketua KWT Cahaya Mandiri mengaku sangat berterima kasih dengan bantuan yang diberikan oleh Pertamina Tanjung Gerem.
“Senang ya sudah dibantu semua kebutuhan untuk pertanian,” kata Lisnawati.
Baca Juga: Profil Inka Putri Pratiwi Pemeran Feni di Preman Pensiun 6, Ternyata Seorang Pembalap Nasional
Ia mengungkapkan, KWT Cahaya Mandiri saat ini memanfaatkan lahan warga untuk aktivitas pertanian.
“Ada lahan tidak dipakai, sekarang jadi produktif,” ujarnya. ***

















