BANTENRAYA.COM – Lembaga Surbei SMRC merilis hasil survey tentang pemilihan Presiden pada Oktober 2022.
Dimana survei tersebut dilakukan dari 3 sampai 9 Oktober dengan melibatkan 1027 responden margin error kurang lebih 3,1 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.
Dalam survey juga dilakukan secara wawancara tatap muka dan responden atau sampel yang diambil sangat representatif.
Mewakili populasi dari sisi usia, agama, pendidikan, etnis wilayah yang sangat mirip, sehingga menggambarkan populasi secara keseluruhan.
Baca Juga: Kumpulan Ucapan Selamat Hari Dokter Nasional 2022, Penuh Dukungan dan Menyentuh Hati
Survei sendiri dilakukan beberapa cara yakni simulasi semi terbuka dengan melibatkan 45 nama, serta melakukan simulasi terhadap 4 bakal calon presiden dan 3 calon presiden dengan nama paling potensial dicalonkan.
Survei tersebut juga dibandingkan dengan survei yang dilakukan pada 2021 dan 2022 sekarang.
Dimana berdasarkan kesimpulan nama Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan cenderung mengalami kenaikan dan Prabowo Subianto cenderung stagnan, serta calon lainnya Puan Maharani dan Ari Langga Hartarto belum cukup kompetitif.
Dikutip BantenRaya.Com dari SMRC TV pada Senin 24 Oktober 2022, Direktur Riset SMRC Deni Irvani menyatakan, survei ini paling update karena dilakukan pada 3 sampai 9 Oktober 2022 lalu.
Baca Juga: Dihujani Bogem Mentah Warga, Pria Penganiayaan Istri dan Keluarga di Anyer Tewas
Dimana pertama dilakukan dengan teknik untuk mendeteksi kecenderungan pemilih terhadap bakal calon maka dilakukan simulasi semi terbuka.
“Didalamnya kami memberikan daftar nama calon yang banyak dan memberikan kesempatan pada responden memilih dan menyebutkan nama tidak ada atau pilihan lainya dalam daftar dan inklusif sifatnya siapapun tokoh yang memiliki dukungan yang besar akan muncul,” katanya.
“Dalam daftar nama ini mempertimbangkan berbagai tokoh partai, ada 44 nama dan satu pilihan nama lainnya yang bisa diisi responden,” ucapnya.
Berdasarkan hasilnya, lanjut Deni, Ganjar Pranowo menempati posisi pertama sebesar 24,0 persen, Prabowo Subianto sebara 21,0 persen, Anies Baswedan sebesar 18,7 persen.
Baca Juga: Sosok AKBP Dody Prawiranegara yang Terjerat Kasus Dugaan Narkoba, Umur Hingga Perjalanan Karier
Sisanya dibawah 4 persen ada Ridwan Kamil 3,5 persen, Basuki T Purnama 2,9 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 2,3 persen, Puan Maharani 2,1 pesen, Muhaimin Iskandar 1,8 persen, Megawati Soekarnoputri 1,5 persen Sandiaga Uno 1,0 persen dan Maruf Amin 1,0 persen.
Sementara nama tokoh nasional lainnya berada dibawah 0 koma sekian persen dan responden yang belum mengetahui pilihan ada 11 persen.
“Kami berikan pertanyaan bila pemilihan presiden diadakan sekarang ini, siapa yang akan ibu atau bapak pilih sebagai presiden diantara nama-nama berikut?,” ucapnya.
“Tren survey semi terbuka sebenarnya dilakukan dari Maret 2021 hingga Oktober 2022 sekarang. Dimana perbandingannya Ganjar naik dari 8,8 persen saat Maret 2021 menjadi 24 pesen naik pada Oktober 2022 naik sekitar 16 persen dari 1,5 tahun lalu.
Baca Juga: Setelah Cerai dengan Komedian Sule, Nathalie Holscher Fokus Besarkan Putranya
Sementara Prabowo dari 20 persen menjadi 21 peren cenderung stagnan dan Anies Baswedan naik dari 11,2 menjadi 18,7 persen,” katanya.
“Pada Maret Prabowo nomor 1, lalu Anise dan posisi tiga Ganjar. Sekarang Ganjar terlihat unggul sejak Maret 2022 perubahan besar Ganjar sudah mulai unggul dan konsisten naik mengalahkan Prabowo dan Anies,” lanjutnya.
“Calon lainnya Puan dan Airlangga tidak belum cukup kompetitif,” ujarnya.
Selanjutnya SMRC imbuh Deni, dilakukan simulasi dengan 4 calon dimana pertama ada nama Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, Anies Baswedan dan Puan Maharani.
Baca Juga: Nunggak Pajak 1,5 Juta Kendaraan Terancam Dihapus
“Jika 4 nama ini maju, maka ganjar 30,1 pesan, Prabowo 26,4 persen, Anies 25,1 persen dan Puan hanya 5,6 persen tidak menjawab 12,8 persen dan ini akan berlangsung 2 putaran karena aturan mainya adalah 50 plus 1 persen untuk bisa menjadi presiden,” ucapnya.
Lalu ada simulasi 4 nama yakni Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, Anies Baswedan dan Airlangga Hartarto.
“Ganjar 31,1 persen, Prabowo 26,5 persen, Anies 25,4 persen dan Airlangga 2,6 persen tidak menjawab 14,6 persen. Ini juga sama akan berlangsung 2 putaran,” ucapnya.
Ada lagi, jelas Deni, simulasi dengan asumsi Ganjar tidak maju karena partai PDI Perjuangan misalnya memajukan Puan Maharani, sehingga hanya ada Prabowo Subianto, Anies Baswedan, Puan Maharani dan Airlangga .
Baca Juga: Fajri Naik Podium Denmark Open 2022, Penonton Tercengang Saat MC Sebut dari Negara Ini
“Ada juga simulasi dimana Ganjar tidak maju, dan hasilnya Prabowo 36,2 persen , Anies 29,7 persen, Puan 9,3 persen dan Airlangga 5,4 persen dan tidak memilih 19,5,” ucapnya.
Disisi lain, SMRC tegas Deni, juga melakukan simulasi untuk 3 calon pertama simulasi memasukan nama Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto dan Anies Baswedan.
“Jika tiga calon yang maju Ganjar pendapatan 32,1 pesan, Prabowo 27,5 persen dan Anies 26,0 tidak tahu 14,4 persen. Persaingan akan sangat ketat Ganjar unggul meski tidak jauh. Namun siapa yang masuk putaran kedua tentu tidak bisa ditentukan karena masih ada 14 persen yang tidak tahu, artinya salah satu dari ketiganya berpotensi untuk tidak masuk puritan kedua,” ujarnya.
Lalu simulasi 3 calon lainnya yakni Prabowo, Anies dan Puan dengan asumsi Ganjar tidak maju.
Baca Juga: Kumpulan Ucapan Selamat Hari Dokter Nasional 2022, Penuh Dukungan dan Menyentuh Hati
“Hasilnya Prabowo 39,3 persen, Anies 31,2 persen dan Puan hanya 10,4 persen, untuk responden tidak memilih 19,1 persen,” ucap Deni.
Satu lagi yakni simulasi dengan memasukan 3 nama sebagai Ketua Umum Partai Politik yakni Prabowo Subianto dari Gerindra, Puan Maharani PDI Perjuangan dan Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Golkar.
“Namun jika 3 nama pemimpin partai maka Prabowo 54,9 persen, Puan Maharani 10,6 persen dan Airlangga 8,8 persen dan kemungkinan satu putaran. Dimana Prabowo Subianto menjadi pemenangnya,” ujarnya. ***




















