BANTENRAYA.COM – Produksi cabai merah di Kota Serang masih minim. Sedangkan, kebutuhan cabai merah di Kota Serang sangat tinggi.
Imbasnya Kota Serang harus mensuplai kebutuhan cabai merah dari luar daerah.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan atau DKPPP Kota Serang Sony August mengatakan, kebutuhan cabai di Kota Serang selama 3 tahun mencapai 72.000 ton.
Baca Juga: Komentari Reels Instagram Isyana, El Rumi Ngaku Pengen Punya Pacar Lagi
Sementara produksi cabai hanya dikisaran 77 ton per tiga tahun.
“Dirata-ratakan produksi cabai per tahun itu 25,6 ton,” ujar Sony August kepada Bantenraya.com, Minggu 16 Oktober 2022.
Ia menjelaskan, minimnya jumlah produksi cabai di Kota Serang disebabkan masih minimnya petani budidaya cabai.
Baca Juga: Lesty Kejora dan Rizky Billar Berdamai Usai Kasus KDRT Gara-gara Hotman Paris?
“Kami sadar holtikultura belum maksimal, karena masih sedikitnya kelompok tani yang berbudi daya cabai secara berkelanjutan,” jelas dia.
Sony menyebutkan, berdasarkan data dari sebanyak 328 kelompok tani atau Poktan, hanya 20 Poktan yang melakukan budidaya cabai yang tersebar di enam kecamatan di Kota Serang.
“Hanya 20 Poktan dari 328 Poktan atau kurang lebih 6 persen,” sebut dia.
Baca Juga: Ratusan Pengendara Dibuat Bad Mood Saat Melintasi Jalan Nameng Lebak, Kamacetan Bikin Kesal
Ia menerangkan, masih sedikitnya jumlah petani budidaya cabai disebabkan beberapa faktor, diantaranya permodalan.
“Pertama soal permodalan yang terbatas menjadi kendala. Lalu tingginya gangguan hama. Oleh karena itu perlu dukungan semua pihak guna mengembangkan budidaya cabai di Kota Serang,” terangnya.
Sony August mengungkapkan, beberapa waktu lalu Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Banten yang terdiri dari Bank Indonesia, dan Pemprov Banten memberikan bantuan bibit cabai merah sebanyak 22 ribu.
Baca Juga: Tiba di Odense untuk Tour Eropa, Ini Turnamen yang akan Dihadapi Anthony Ginting Cs
Selanjutnya mereka melakukan gerakan nasional tanam cabai di lahan seluas 2 hektare di Lingkungan Cipugur, Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Walantaka, Kota Serang.
“Mudah-mudahan adanya tanam cabai ini bisa memenuhi kebutuhan warga sekitar tanpa mempengaruhi harga pasar,” harap Sony August.
Kepala Distan Provinsi Banten Agus M Tauchid mengatakan, Pemprov Banten saat ini sudah melakukan gerakan penanaman cabai di Kabupaten Lebak, Pandeglang, Serang dengan total lahan yang dipersiapkan sebanyak 58 hektare.
Baca Juga: Waspadai Banjir Akhir Tahun, Warga Cilegon Diminta Bersihkan Saluran Air
Namun khusus untuk Kota Serang diberikan untuk dua hektare atas hasil kerjasamanya bersama BI Banten.
“Kota Serang kita alokasikan khusus 2 hektar di luar 58 hektar itu. Lahan itu kita kerja sama kami dengan Bank Indonesia kantor perwakilan Provinsi Banten,” ujarnya.
Agus M Tauchid menjelaskan, gerakan menanam cabai ini bertujuan untuk menekan laju inflasi pangan di Provinsi Banten.
Baca Juga: Mahasiswi IPB yang Hilang Terseret Arus Gorong-gorong Ditemukan Meninggal 80 KM dari Lokasi Kejadian
Sehingga ketersedian pangan khususnya pada komoditas cabai yang beberapa waktu lalu kurang bisa terpenuhi suplainya, terlebih menjelang perayaan hari-hari besar.
“Sampai saat ini memang harus diakui kita sering defisit terhadap kebutuhan cabai merah,” tuturnya.
“Maka kami hari ini menanam agar bisa menjawab terhadap kebutuhan hari besar, ini adalah strategi kami TPID untuk melakukan aksi,” ucap dia.
Baca Juga: Biaya Pembuatan Paspor Terbaru 2022, Berlaku untuk Seluruh Indonesia
Agus M Tauchid mengungkapkan, dalam setahun kebutuhan Cabe di Provinsi Banten mencapai 38.000 ton, sedangkan untuk besaran produksi hanya bisa mencapai 3.600 ton.
Artinya, jika mengandalkan petani lokal yang ada, kebutuhan yang bisa disuplai itu hanya sekitar 9,5 persen.
“Namun dengan gerakan ini, insya Allah kita optimis ke depan Banten bisa menjaga kebutuhan untuk sendiri. Ditambah lagi dengan Gerakan PKK dalam pemanfaatan lahan pekarangan dan lain-lainnya,” jelasnya. ***


















