BANTENRAYA.COM – Meski Maulid Nabi Muhammad 1444 H telah lewat, tetapi karena masih berada di bulan Mulud, baiknya kita teruskan pembahasan mengenai figur Rasulullah SAW menurut Imam At Tirmidzi dalam kitab Asy Syamail Al Muhammadiyah.
Pada kesempatan kali ini, di bulan Mulud ini, topik pembahasan mengeni tentang tawa dan canda Rasulullah SAW.
Sebagaimana utusan Allah, ternyata Rasulullah SAW juga pernah tertawa dan bercanda dengan para sahabatnya.
Baca Juga: Aiman Witjaksono Pamitan dari Kompas TV, Kenapa?
Lantas bagaimana tawa dan canda Rasulullah SAW? Ada baiknya menyimak artikel ini sampai selesai.
Sebagaimana diketahui, beberapa hari yang lalu, artikel ini telah menjelaskan terkait buah-buahan dan minuman yang disukai Rasulullah SAW.
Selain kurma, ternyata Rasulullah juga menyukai timun dan semangka. Adapun minuman yang disukai Nabi ialah minuman yang manis lagi dingin.
Sementara itu, inilah terkait tawa dan canda Rasulullah SAW menurut Imam At Tirmidzi dalam kitab Asy Syamail Al Muhammadiyah.
1. Tentang Tawa Rasulullah SAW
– Dari Jabir bin Samurah: “Betis Rasulullah ramping. Beliau tidak pernah tertawa melainkan hanya tersenyum. Jika aku melihat beliau, aku katakan: Kedua mata beliau seakan bercelak, padahal beliau tidak memakai celak.”
– Dari Abdullah bin Al Harits bin Jaza, bahwasanya dia mengatakan: “Aku tidak pernah melihat seseorang yang lebih banyak tersenyum daripada Rasulullah.”
2. Tentang Canda Rasulullah SAW
– Dari Anas bin Malik: “Bahwasanya Nabi bersabda kepadanya: Wahai orang yang memiliki dua buah telinga. Abu Usamah mengatakan: Maksudnya: beliau mengajak Anas bercanda.”
– Dari Anas bin Malik, ia berkata: “Rasulullah SAW mempergauli atau berinteraksi dengan kami sampai-sampai beliau bersabda kepada adikku. Wahai Abu Umair, apa yang dilakukan oleh nughair (nama burung kecil sejenis burung pipit)?”
Adapun yang paling terkenal candaan Rasulullah adalah kepada seorang nenek yang bertanya apakah dirinya masuk surga.
Rasulullah menjawab bahwa nenek tersebut tidak masuk surga. Mendengar jawaban beliau, nenek tersebut sedih.
Baca Juga: Andai Duet Ganjar-Airlangga Jadi Nyata, Pengamat Sebut Bisa Bentuk Pemerintahan yang Kuat
Kemudian, Rasulullah menjelaskan bahwa di surga tidak ada nenek-nenek, sebab seluruh penduduk surga adalah muda-muda.
Demikian itulah penjelasan mengenai canda dan tawa Rasulullah SAW, spesial bulan Mulud.***



















