BANTENRAYA.COM – Kebakaran di SDN 12 yang terjadi pada Rabu 5 Okrober 2022 dini hari ditaksir menelan kerugian hingga Rp500 juta.
Akibat kebakaran tersebut 3 ruangan kantin dan kelas hangus terbakar. Bahkan hanya menyisakan puing saja, atap dan bangku sekolah ludes dilalap si jago merah.
Mirisnya tidak ada upaya pencegahan dan penanganan cepat dalam kebakaran tersebut, hingga akhirnya api cepat menjalar dan melalap ruang kelas.
Baca Juga: Hakim PN Rangkasbitung Beli Sabu ke Oknum Polisi Seharga Rp14 Juta, Dikirim Lewat Jasa Ekspedisi
Hal itu juga di perparah dengan tidak siapnya alat pemadam kebakaran yang ada di lokasi sekolah, baik itu hidran dan apar di sekolah.
Bahkan, tidak hanya SDN 12 saja, sejumlah sekolah lainnya juga nihil alat pemadam kebarakan, sebagai antisipasi dan pencegahan dini kebakaran.
Akses sekolah yang juga masuk ke jalan sempit membuat proses pemadaman sulit dilakukan pihak Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan atau DPKP Kota Cilegon.
Baca Juga: 5 Fakta Seputar Inka Putri Pratiwi Pemeran Feni di Preman Pensiun 6, Awas Terperangkap Pesonanya
Wakil Ketua DPRD Kota Cilegon Hasbi Sidik menjelaskan, saat dirinya melakukan pengecekan ke lokasi kebakaran mendapatkan nihilnya alat pemadam kebakaramln seperti Apar di sekolah.
Hal tersebut tentu saja membuat kesiapsiagaan bencana tidak bisa maksimal.
“Tidak ada apar setelah saya berdiskusi dengan pihak sekolah. Tentu ini menjadi evaluasi dan diharapkan damkar (DPKP Kota Cilegon) untuk memfasilitasi setiap sekolah),” katanya, Kamis 6 Oktober 2022.
Baca Juga: Profil Handi Setiana Pemeran Yayat di Preman Pensiun 6: Rela Pinjam HP Teman Demi Bisa Ikut Casting
Di sisi lain, imbuh Hasbi, kebanyakan sumber daya pengajar alias guru juga perempuan di sekolah.
Untuk itu, DPKP Kota Cilegon diharapkan bisa memberikan edukasi kepada guru dan siswa. Hal itu agar nantinya bisa meminimalisir korban jiwa dan harta benda saat terjadi kebakaran.
“Saya minta damkar juga sudah harus mulai turun ke sekolah memberikan edukasi mitigasi bencana kebakaran dan kesiapsigaanya,” ujarnya.
Baca Juga: Jilat Kue Ulang Tahun TNI, Dua Oknum Polisi Dihukum Merayap di Aspal dan Langsung Ditahan
Mitigasi papar Hasbi, menjadi penting, terlebih jika kebakaran terjadi saat kondisi belajar mengajar, dimana tempat evakuasi aman, bagaimana dan harus apa saat terjadi kebakaran.
“Khawatir karena di sekolah banyak anak-anak jika terjebak itu berbahaya. Jadi harus segera ada sosialisasi,” ucapnya.
Terakhir, Hasbi menegaskan, agar penanganan pascakebakaran bisa cepat dilakukan, sehingga proses belajar mengajar tidak terganggu untuk siswa.
Baca Juga: Kasus ODGJ Mayoritas karena Faktor Ekonomi dan Obat-obatan
“Pemkot nanti akan menyiapakn dana tidak terduga itu bagus. Artinya karena ini kebutuhan dasar agarsl siswa bisa belajar nyaman maka pembangunanya harus cepat, mekanisme anggaran juga harus cepat,” pungkasnya. ***



















