BANTENRAYA.COM —– Kasus Es Teh Indonesia sepertinya masih akan tetap hangat untuk dibahas oleh netizen dalam beberapa hari ke depan.
Salah satu yang juga dibahas adalah kaidah penulisan dalam surat somasi Es Teh Indonesia ini.
Ada netizen yang menganalisa isi dari surat somasi Es Teh Indonesia ini yang ditujukan kepada Gandhi, salah satu konsumen Es Teh Indonesia yang kena somasi karena komentarnya di Twitter.
Tulisan somasi Es Teh Indonesia dinilai banyak yang salah secara kaidah kepenulisan bahasa Indonesia, terutama penulisan surat.
Baca Juga: Gara-gara Ini, Driver Ojol Dikeroyok Hingga Babak Belur
Bahkan, netizen memberikan banyak coretan dan catatan dalam surat somasi Es Teh Indonesia ini.
Catatannya mengingatkan kita pada catatan seorang guru bahasa Indonesia saat memeriksa kertas jawaban muridnya.
Koreksi atas surat somasi Es Teh Indonesia ini disampaikan akun Twitter @vikrircrd sebagaimana dikutip Bantenraya.com, Selasa, 27 September 2022.
Berikut beberapa koreksi atas kesalahan penulisan tim legal Es Teh Indonesia.
Koreksi pertama adalah penulisan “di” yang ditulis dengan huruf kapital.
Baca Juga: 8 Link Twibbon Link Twibbon Maulid Nabi Muhammad SAW 2022, Terbaru, Keren, dan Mewah
Padahal, semetinya ditulis dengan huruf kecil.
Juga penulisan kata telepon yang diikuti dengan titik dua yang diberi spasi.
Padahal, semestinya tidak tidak dipisahkan antara kata telepon dengan titik dua, seperti contoh berikut (telepon:).
Lalu ada kata “menegor” yang tidak baku yang seharusnya ditulis dengan “menegur”.
Kata “sehingga” di awal kalimat juga dikritik karena menurut @vikrircrd kata “sehingga” tidak diletakkan di awal kalimat.
Karena ada banyak kesalahan itu, sejumlah netizen menyarankan agar tim legal Es Teh Indonesia belajar bahasa Indonesia lagi.
Ada-ada saja ya netizen +62 mah. *


















