BANTENRAYA.COM – Perum BULOG telah melaksanakan program ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga (KPSH) atau lebih dikenal dengan istilah operasi pasar di seluruh wilayah Indonesia, sepanjang tahun 2022 ini.
Operasi pasar ini guna menjalankan fungsi menjaga stabilitas harga pangan khususnya beras.
Terhitung dari awal tahun hingga pekan ketiga September ini Perum BULOG secara nasional sudah menggelontorkan sebanyak 650 ribu ton beras.
Pemimpin Perum BULOG Wilayah DKI Jakarta dan Banten Eko Pranoto mengatakan, Kanwil Jakarta dan Banten sendiri telah menyalurkan program KPSH sebesar 30 ribu ton beras operasi pasar demi menjaga harga beras di pasaran agar tidak terjadi lonjakan.
Baca Juga: 10 Pantun Tema Maulid Nabi Muhammad SAW, Penuh Makna dan Inspiratif
Eko Pranoto mengatakan, pihaknya menjalankan instruksi Direktur Utama Perum BULOG. Hal ini untuk memastikan program KPSH yang sudah berjalan lancar sepanjang tahun ini, makin dimasifkan agar tidak ada gejolak harga di tingkat konsumen.
“Masyarakat jangan khawatir, BULOG menjamin kebutuhan beras tersedia di masyarakat dengan harga terjangkau, walau di pasaran ada sedikit kenaikan harga,” ujar Eko Pranoto, melalui siaran pers yang dishare ke Bantenraya.com, Selasa 27 September 2022.
“Kami melakukan pemantauan secara terus menerus di tengah situasi saat ini, berdasarakan pencatatan harga beras hanya mengalami sedikit kenaikan dikarenakan faktor kenaikan harga BBM dan memasuki musim gadu,” imbuhnya.
Menurut Eko Pranoto, kegiatan operasi pasar yang dilakukan sepanjang tahun oleh Perum BULOG, ini terbukti efektif menjaga stabilitas harga beras di tingkat konsumen.
Baca Juga: Teks Sambutan Ketua Panitia Maulid Nabi Muhammad SAW: Singkat, Padat, dan Jelas
Sampai dengan saat ini, Perum BULOG Kanwil Jakarta dan Banten telah menyalurkan beras KPSH dengan rincian penyaluran terbagi di daerah Jakarta 21 ribu ton, Serang 3.000 ton, Tangerang 5.000 ton dan Lebak 1.000 ton.
Kegiatan ini juga merupakan realisasi dari tiga pilar ketahan pangan yang ditugaskan kepada Perum BULOG yaitu ketersediaan, keterjangkauan dan stabilitas.
“Yang menjadi fokus kami saat ini adalah stabilitas harga beras di masyarakat, untuk itu kami akan upayakan semaksimal mungkin pelaksanaan program stabilisasi tersebut tanpa ada unsur kepentingan apapun kecuali kepentingan rakyat, terlebih ditengah situasi seperti sekarang,” jelasnya.
Eko Pranoto menjelaskan, Perum BULOG Kanwil Jakarta dan Banten akan menggunakan seluruh instrumen yang ada untuk menjamin ketersediaan pangan ini.
Selain memiliki jaringan infrastruktur kantor dan gudang yang tersebar di wilayah Jakarta dan Banten, Perum BULOG juga sudah memiliki gudang retail modern sebagai pusat distribusi serta penjualan secara retail.
“Kami pastikan juga bahwa seluruh jaringan yang bekerjasama dengan Perum Bulog sudah menyediakan kebutuhan beras di tingkat lokal, baik secara offline maupun online, juga outlet-outlet binaan Perum BULOG seperti RPK (Rumah Pangan Kita) yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta dan Banten, serta jaringan retail modern yang ada,” kata Eko Pranoto.
Perum BULOG terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah guna menjaga harga beras di tingkat konsumen tetap stabil atau tidak mengalami lonjakan. *



















