BANTENRAYA.COM – Neraca perdagangan Indonesia terus mengalami tren yang positif selama 28 bulan.
Hingga Agustus 2022, total kumulatif selama 28 bulan mencapai USD34,92 miliar dan tidak pernah mengalami penurunan.
Di Bulan Agustus dibandingkan Julu, Neraca Perdagangan Indonesia mencatatkan neraca perdagangan surplus sebesar USD5,76 miliar.
Hal itu karena neraca perdagangan Indonesia masih mencatat nilai ekspor yang meningkat setiap bulannya, pada bulan Agustus nilai ekspor tercatat USD27,9 miliar dan tertinggi dalam sejarah, dengan peningkatan 9,17 persen pada bulan agustus dibandingkan Juli, pertumbuhan tahunan dibanding Agustus tahun lalu mencapai 30,15 persen, serta kumulatif per tahun dari Januari hingga Agustus mencapai 35,4 persen.
Baca Juga: 10 Pantun Tema Maulid Nabi Muhammad SAW, Penuh Makna dan Inspiratif
Untuk neraca perdagangan impor juga mengalami catatan yang positif yakni sebesar USD22,15 miliar, tumbuh dibanding bulan sebelumnya sebesar 3,77 persen, dan 29,84 persen dibanding Agustus tahun lalu, serta mencapai 29,84 persen dalam satu tahun periode Januari hingga Agustus.
Dikutip BantenRaya.Com dari Youtube Menkeu RI pada Selasa 27 September 2022, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, Indonesia harus terus menjaga momentum positif tren neraca perdagangan. Untuk itu harus menjaga nilai ekspor.
“Kendati mengalami kenaikan, nanum Indonesia tentu harus terus waspada dan berhati-hati. Sebab, ekspor sangat dipengaruhi Negara tujuan, sementara saat ini Negara tujuan mengalami pelemahan ekonomi dan guncangan. Untuk itu sektor eksternal harus dijaga,” katanya.
Sri Mulyani mengklaim, jika pertumbuhan neraca perdagangan saat ini menjadi tertinggi dibandingkan sebelumnya, terutama nilai ekspor bulan Agustus menjadi tertinggi dalam sejarah yakni USD27,9 miliar.
“Kinerja ekonomi Indonesia didorong oleh faktor eksternal yang sangat baik, bahkan kenaikan sangat impresif., terutama dari sektor ekspor yang membubuhkan nilai tertinggi dalam sejarah,” ujarnya.
“Pada bulan Agustus nilai ekspor tercatat USD27,9 miliar dan tertinggi dalam sejarah, dengan peningkatan 9,17 persen pada bulan agustus dibandingkan Juli, kenaikan dibanding Agustus 2021 mencapai pertumbuhan 30,15 persen, serta kumulatif pertumbuhan pertahun pertahun mencapai 35,4 persen,” jelasnya. *


















