BANTENRAYA.COM – Dampak kasus Ferdy Sambo membuat Anggota Komisi III DPR RI dan Kapolri ribut saat rapat.
Keributan tersebut terjadi saat sesi tanya jawab dengan Kapolri terkait pembunuhan Brigadir Joshua, Rabu 24 Agustus 2022.
Dikutip Bantenraya.com dari kanal YouTube komisi III DPR RI Channel. Kejadian ini bermula saat Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKB Dipo Nusantara melemparkan pertanyaan kepada Kapolri terkait diagram Konsorsium 303.
Baca Juga: Kumpulan Link Twibbon Dirgahayu Ke 76 Jalasenastri, Desain Unggul dan Bermartabat, Bagikan Gratis
Lalu, di interupsi oleh wakil Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menyarankan agar pertanyannya secara umum dan tidak dibacakan satu persatu.
” Pak Depo saya interupsi, lebih baik pertanyaannya secara umum jangan satu persatu takutnya nanti menyalah artikan orang yang ada disini, secara umum saja,” ujar Sahroni dalam rapat komisi 3 DPR RI.
Sementara wakil ketua DPR lainnya Adies Kadir interupsi, ia menyarankan agar anggota komisi 3 DPR berbicara berdasarkan fakta bukan hoaks.
Baca Juga: Lapor Gratifikasi OPD, Inspektorat Kota Cilegon Jamin Kerahasiaan Pelapor
“Interupsi pimpinan, sebaiknya sebagai anggota komisi 3 jika berbicara berdasarkan data dan fakta bukan hoaks,” ujarnya.
Kemudian, anggota komisi 3 DPR sekaligus ketua fraksi PKB Cucun ahmad interupsi juga membela Dipo yang masih mengajukan interupsi.
Tetapi dipotong oleh anis padahal anggota oleh Anis,padahal anggota punya hak tapi Adies tak mau kalah.
Dia justru menanyakan apakah Cucun tidak mengerti tata tertib,saya masih interupsi boleh dipotong.
“Saya interupsi kenapa dipotong, kalau orang interupsi tidak boleh dipotong, bapak ini anggota DPR kenapa tidak mengerti tatib,” kata Adies.
Adies kembali mengingatkan agar anggota dalam menyampaikan pertanyaannya harus sesuai data dan fakta.
Baca Juga: Komisi V DPR RI Minta Kemenhub Awasi Proyek Revitalisasi Terminal Pakupatan Kota Serang
“Kalau ada yang beredar sampaikan pada hal-hal yang beredar di media, apakah itu betul atau tidak, jadi tidak menyebut nama jadi begitu. Kita kan orang hukum ini bicara tentang hukum kalau dipotong juga masalah pembicaraan baca tatib boleh nggak interupsi boleh nggak ngomong,” ucap Adies.
Cucun lalu mengajukan interupsi kembali, tapi Sahroni mempersilahkan Dipo untuk menyelesaikan pertanyaannya, diapun melanjutkan bahwa dia juga orang hukum.
” Saya lanjutkan ketua, saya juga orang hukum ketua,” ujar Dipo.
Baca Juga: 5 Aplikasi Canggih Android yang Tidak Ada di PlayStore, Apa Sajakah Itu?
Namun Adies mempertanyakan apakah Dipo sudah doktor hukum?
” Sudah doktor hukum, sudah doktor belum?,” Tanya Adies.
Kemudian, Dipo seolah tak peduli dan melanjutkan pertanyaannya dan mempertanyakan bahwa ada upaya balas dendam kepada kepala Kabareskrim yang tengah bekerja keras.***

















