BANTENRAYA.COM – Salah satu produk oleh-oleh khas Kota Cilegon yakni Gipang Ayu Teh Lela telah merambah dan tersedia di berbagai daerah di Indonesia.
Pemilik usaha Gipang Ayu Teh Lela, Laela mengatakan, produknya telah dijual dan dikenal di luar daerah Banten seperti ke Jakarta, Surabaya, Jambi, Tarakan, hingga Bengkulu.
“Alhamdulillah Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) dirangkul Dinas Koperasi dan UKM Kota Cilegon dibimbing sampai sekarang (Gipang Ayu Teh Lela) sudah sampai Tarakan, Bengkulu Surabaya,” katanya saat ditemui, Rabu 10 Agustus 2022.
Baca Juga: 200 Orang Daftar Jadi Bakal Caleg Golkar Kabupaten Serang
Teh Lela sapaan akrabnya mengatakan ia memulai usahanya sejak 2018.
Kala itu ia telah aktif tergabung dalam Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) yang sampai saat ini dibimbing langsung oleh Dinas Koperasi dan UKM Kota Cilegon.
Sehingga produknya selalu ikut serta dalam setiap pameran yang dilakukan Dinkop dan UKM Kota Cilegon.
Baca Juga: Harga Mie Instan Naik Tiga Kali Lipat, Begini Penjelasan Direktur PT Indofood Franciscus Welirang
Teh Lela menyebut gipang miliknya punya keunggulan dari sisi kualitas bahan. Gipang miliknya tanpa campuran beras sebab seluruhnya menggunakan keta.
Selain itu, variasi gipangnya lebih beragam dan kemasan yang lebih ekslusif.
Sebab pada umumnya gipang hanya dikemas dengan toples, namun produknya menggunakan kemasan plastik pouch dengan label yang kekinian.
Untuk penjualannya dengan sistem pre order yang jam operasionalnya mulai pukul 08.00 WIB hingga 20.00 WIB.
Ia memasarkan produknya melalui akun Instagram @oleholehcilegon_gipangatl. Mayoritas pesanan gipangnya untuk oleh-oleh dan acara-acara seperti resepsi pernikahan.
Namun, pemesanan akan melonjak saat hari Raya Idul Fitri yang kebanyakan untuk oleh-oleh. Gipang miliknya dijual dalam satu pouch berisi 12 bungkus seharga Rp 17.000.
“Dan untuk jam operasional kita fleksibel dan kalau untuk toko jam 8 pagi sampai 8 malam,” jelasnya
Ia berkomitmen untuk selalu menjalin silaturahmi dan promosi. Selain itu, kualitas produk akan terus di pertahankan dan di tingkatkan.
“Banyak berinovasi, terus minta bimbingan dinas koperasi dan UKM,” tambahnya. ***




















