BANTENRAYA.COM – Pesulap Merah melakukan podcast dengan Master Deddy Corbuzier.
Dalam tayangannya itu, Pesulap Merah dan Deddy membongkar banyak trik yang sering digunakan orang yang mengaku dukun atau orang sakti dalam mengobati pasien dengan cara gaib.
Tidak hanya itu, keduanya juga menyampaikan berbagai teori soal jenglot, kesurupan hingga trik murahan menggandakan uang.
Dikutip BantenRaya.Com dari Youtube Close The Door Deddy Corbuzier pada Sabtu 30 Juli 2022, Deddy awalanya berbincang dengan Pesulap Merah soal perseteruan dirinya dengan Gus Syamsudin.
Baca Juga: Pertama dan Satu-satunya, Aston Anyer Beach Hotel Sediakan Water Wheels Bagi Difabel
Lantas Pesulap Merah memperlihatkan berbagai alat yang digunakan dalam pengobatan itu seperti keris perit dan batu getar.
Pesulap Merah membongkat jika itu semua palsu dan peralatan tersebut hanya untuk melakukam praktek penipuan.
“Seperti batu ini mas. Ini disebut batu getar. Ini kam batu kalau kena cahaya memang getar. Coba praktekan,” katanya.
Namun, menurutnya, meski sudah membongkar itu. Namun, masyarakat kerap tidak percaya jika itu trik saja.
“Yah tapi para dukun selalu beralasan jika ada yang palsu pasti ada yang asli. Nah, itu yang membuat orang percaya,” jelasnya.
Menyela itu, Deddy lantas menyatakan, seharunya jika asli maka perlu pembuktian lewat motode pembuktian lainnya.
Baca Juga: Fakta Menarik dari Kemunculan Paus di Drama Extraordinary Attorney Woo, Ini Kata Penulis
Ia lantas mencontohkan, jika Jam Rolex palsu dan asli itu harus dibuktikan dengan dibongkat.
“Berapa nomor serinya, bongkar mesinnya. Jadi ketahuan mana yang asli dan palsu,” ujar Deddy.
Lantas, Pesulap Merah juga memperaktekan bagaimana trik mengeluarkan paku atau benda dari tubuh sesorang yang dianggap terkena santet.
“Sini saya coba saya keluarkan paku dari tubuh om Deddy, nah kan itu keluar, inikan hanya trik master,” ucapnya sambil mempraktekan.
Lalu, Pesulap Merah juga menyatakan soal teori jenglot dan kesurupan. Jika hal itu juga sebenarnya tidak ada.
Sebab, jenglot itu sebuah hiasanbsaja karena dulu tidak ada yang untuk pajangan.
Terus, soal kesurupan itu juga tidak ada karena itu semacam histeria dan ada penjelasanya secara ilmiah, buak kesurupan seperti kemasukan jin atau mahlik halus lainnya.
Baca Juga: DPW GEMA MA Banten Gelar Pengajian 1 Muharram, KH Lili : Kebaikan Harus Terorganisir
“Kan itu ada penjelasannya. Bukan kerasukan jin dan lainnya. Jadi itu memang ada. Tinggal harusnya dipanggil dokter atau Psikolog,” ucapnya.
Hal sama juga disampaikan Deddy, dirinya tidak percaya dengan apa yang namanya kesurupan masal. Sialnya, saat itu terjadi maka Kepala Sekolah atau guru memanggil orang semacam dukun.
“Karena yang dipanggil itu dukun makanya banyak penjelasan menurut mereka yang dipercayai. Padahal mereka lebih ke mental healing harusnya dokter,” ujarnya.
Setiap itu terjadi, timpal Pesulap Merah, pasti akan ditekan jempolnya. Padahal itu meteode engker dalam ilmu hipnotis untuk mengembalikan pemikiran semula.
Selain itu, di awal podcast keduanya juga menjelaskan soal keris petir yang biasa dipakai para dukun untuk mengobati dan mengaku mendapatkannya karena kesaktian.
Padahal hal itu merupakan alat yang menggunakan aliran listrik baik baterai dengan tombol dan lainnya.
“Jadi ada yang pakai tombol dan ditutup kain putih. Lalu ada juga yang pakai remote dan lainnya,” jelasnya.
Lalu Deddy menimpali jika itu adalah trik yang sudah digunakan dan ada sebagaian juga memang menjadikan sebagai terapi.
“Yah emang ada. Intinya jangab ngaku kalau itu dari kesaktian bisa mengeluarkan listri,” pungkasnya. ***
















