BANTENRAYA.COM – Pemerintah Kota atau Pemkot Serang mengusulkan lima orang dari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah atau Forkompinda Kota Serang jadi orang tua asuh anak stunting.
Lima orang yang diusulkan jadi bapak asuh anak stunting adalah Walikota Serang Syafrudin, Wakil Walikota Serang Subadri Ushuludin, Kepala Kejaksaan Negeri Serang Freddy D Simanjuntak, Dandim 0602/Serang Kolonel Infanteri Susilo, Kapolres Serang Kota Kombes Pol Nugroho Arianto, dan plus Kepala BJB Budiatmo Sudrajat.
Penunjukan bapak asuh anak stunting ini dalam rangka percepatan penurunan stunting di Kota Serang.
Instruksi pengangkatan bapak asuh anak stunting ini atas arahan dari BKKBN melalui rapat virtual yang diikuti seluruh kabupaten kota se Indonesia, termasuk Kota Serang di kantor Dinas Komunikasi dan Informasi atau Diskominfo Kota Serang, Kamis 7 Juli 2022.
Walikota Serang Syafrudin mengatakan, target tahun ini dibentuk bapak asuh anak stunting. Pembentukan bapak asuh anak stunting ini oleh pemerintah pusat.
Pembentukan bapak asuh ini untuk menurunkan angka stunting.
Baca Juga: Siap-siap! Tahun Ini Banten Mulai Terapkan Sekolah Metaverse
“Sementara ini baru Forkompinda. Kemudian nanti akan dibentuk dari PNS dan pengusaha lain,” kata Syafrudin, kepada Bantenraya.
Kepala DP3AKB Kota Serang Anthon Gunawan mengatakan, poin-poin hasil rapat dengan BKKBN salah satunya pembentukan tim percepatan penurunan stunting (TPPS).
“Alhamdulillah kita termasuk salah satu pemerintah kota yang telah membentuk tim TPPS,” kata Anthon Gunawan, kepada Banten Raya.
Baca Juga: 6 Sapi di Kota Serang Positif PMK, Dinas Minta Masyarakat Lakukan Ini Saat Olah Daging
Arahan BKKBN yang kedua adalah, kata Anthon Gunawan, membentuk bapak asuh anak stunting. Pemkot Serang sudah mengusulkan nama-nama lima bapak asuh keluarga stunting.
“Lima orang itu yang kami usulkan saat ini pak walikota, pak wakil walikota, pak Kapolres, pak Dandim, pak Kajari plus kepala BJB pak Budiatmo Sudrajat,” ucap dia.
Anthon Gunawan menjelaskan, kelima bapak asuh stunting ini akan menangani balita stunting selama enam bulan.
Baca Juga: CATAT! Berikut 5 Tipe Orang yang Harus Ada di Circle Kalian, Salah Satunya The Grateful
“Jadi dalam waktu 6 bulan, mudah-mudahan bisa memperbaiki dari bayi-bayi stunting yang ada,” jelas dia.
Anthon Gunawan menyatakan, program orang tua asuh anak stunting baru diadakan tahun ini dari pemerintah pusat.
“Kalau terkait khusus stunting memang baru kali ini. Karena memang stunting ini memang harus dikeroyok dengan berbagai macam cara. Kebetulan dengan biaya tidak terlalu besar bagi beberapa yang ditunjuk. Karena hanya satu orang hanya Rp 400 ribu per bulan,” tutur dia.
Anthon Gunawan menuturkan, biaya yang dikeluarkan untuk menjadi bapak asuh balita stunting tidaklah tinggi.
“Perbulannya sedikit. Kurang lebih Rp 400 ribuan,” ungkapnya.
Anthon Gunawan menerangkan, biaya Rp 400 ribu tersebut untuk menambah gizi anak stunting. “Biaya untuk menambah gizi anak stunting itu,” terang Anthon Gunawan.
Anthon Gunawan menyebutkan, lima anak penderita stunting yang akan mendapat hak asuh dari orang tua asuh berasal dari Kecamatan Kasemen, Kota Serang.
“Domisilinya di Kasemen, Lingkungan Kenari. Lima anak itu. Karena di sana mekanismenya melalui dapur sehat pemberian makanan gizinya. Dapur sehatnya adanya di Kampung KB Kenari. Sehingga yang terdekat dulu, yang terbanyak dulu mungkin kedepan semua,” sebutnya.
Anthon Gunawan berharap kedepan tidak hanya lima yang rela menjadi bapak asuh anak stunting.
“Mungkin kedepan selain yang diminta lima orang, mudah-mudahan juga menambah bapak asuh ini. Karena memang tujuannya adalah meningkatkan gizi yang terkena stunting,” tutur dia.
Sebab, kata Anthon Gunawan, untuk menjadi bapak asuh anak stunting terbuka untuk umum.
“Tidak ada syarat khusus. Terbuka untuk masyarakat. Jadi kalangan pemerintahan, pejabat, swasta, masyarakat. Jadi ini awal dulu. Nah kedepan mudah-mudahan kita bisa juga mensosialisasikan siapapun yang ingin jadi bapak asuh stunting bisa dari kalangan pers,” katanya.*

















