BANTENRAYA.COM – Antara bulan Juni hingga bulan Juli, masyarakat Indonesia akan menyaksikan 3 fenomena antariksa langka yang hanya terjadi setiap sembilan tahun sekali.
3 fenomena antariksa langka yang dapat disaksikan bangsa Indonesia dengan mata telanjang antara lain Purnama Stroberi Super, Bulan Baru Stroberi Mikro dan Purnama Rusa Super.
Menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) RI 3 fenomena antariksa langka tersebut akan dapat disaksikan mulai 14 Juni-14 Juli 2022.
Sebelumnya, dari keterangan BRIN RI hal ini pernah terjadi pada tahun 2004 dan 2013 dan akan terulang kembali pada 2031 dan 2040.
BRIN RI menyatakan bahwa 3 fenomena antariksa langka ini akan menyebabkan terjadinya pasang laut yang lebih tinggi.
Baca Juga: Link Terbaru Download Game Cars Fast As Lightning Versi Android
Peneliti BRIN RI Andi Pangerang mengatakan bahwa fase bulan baru pada umumnya, tutur Andi, Purnama Stroberi Super, Bulan Baru Stroberi Mikro, maupun Purnama Rusa Super dapat menimbulkan pasang laut yang lebih tinggi dibandingkan dengan hari-hari biasanya.
Pasang laut yang lebih tinggi timbul disebabkan 3 fenomena langka tersebut menurut Andi merupakan seperti pada fase bulan baru pada umumnya.
“Adanya konfigurasi matahari-bumi-bulan atau bisa juga matahari-bulan-bumi yang berada di posisi segaris membuat timbulnya pasang yang lebih besar,” ujar Andi Pangerang dikutip banteraya.com dari laman BRIN.
Kemudian, Andi menambahkan konfigurasi ini juga diperkuat dengan bulan yang berada di titik terdekatnya dengan bumi,
Baca Juga: Kumpulan Link Twibbon Anniversary BTS, Desain Terbaik, Terpopuler dan Paling Banyak Dicari
Akan timbul pasang laut yang lebih tinggi dibandingkan hari-hari biasanya, Andi menghimbau untuk para nelayan untuk tidak melaut terlebih dahulu.
Sebab, Andi menerangkan bahwa pasang laut tertinggi akan terjadi pada 14 Juni dan 14 Juli.
Andi menyarankan kepada para nelayan untuk tidak melaut pada dua hari sebelum dan dua hari sesudah puncak fenomena.
“Yakni antara 12 hingga 16 Juni, dan 12 hingga 16 Juli 2022,” ungkap Andi.
Selanjutnya, Andi menuturkan bahwa himbauannya itu berdasarkan perhitungan astronomis saja tanpa melihat gelombang laut.
“Perhitungan ini hanya mempertimbangkan faktor astronomis saja tanpa melihat gelombang laut akibat badai angin,” tutur Andi.
Lebih jauh, Andi mengingatkan pasang laut juga bisa terjadi 29 Juni 2022 dan harus mendapatkan perhatian.
“Gaya pasang laut saat Bulan Baru Mikro adalah sebesar 52 persen dari gaya pasang laut saat Bulan Perbani Super,” imbuhnya.
Sehingga, menurut Andi, kemungkinan pasang laut juga akan terjadi pada dua hari sebelum dan dua hari sesudah 29 Juni 2022.
“Perlu diwaspadai juga pasang laut ini antara dua hari sebelum dan dua hari sesudah puncak fenomena ini, yaitu antara 27 Juni hingga 1 Juli 2022,” pungkasnya.***




















