BANTENRAYA.COM – Pelaksanaan ujian sekolah di Sekolah Menengah Pertama Negeri atau SMPN 1 Kota Serang menggunakan gadget dan metode hybrid.
Penggunaan gadget ini diketahui saat Wakil Walikota Subadri Ushuludin monitoring pelaksanaan ujian sekolah di SMPN 1 Serang, Kota Serang, Jumat 20 Mei 2022.
Baca Juga: Lirik Lagu ‘Late Night Talking’ yang Dipersembahkan oleh Harry Styles
Subadri Ushuludin mengakui bahwa saat monitoring ada sejumlah siswa yang melaksanakan ujian sekolah dengan menggunakan telepon genggam atau hape.
“Ada yang tidak. Semuanya pakai hape. Teknisnya ke kepala sekolah ya,” ucap Subadri Ushuludin, kepada Bantenraya.com.
Baca Juga: 4.540 Pemilih di Kota Serang Miliki NKK Kosong atau Nol
Subadri Ushuludin optimis seluruh pelajar SMP se Kota Serang lulus ujian sekolah tahun 2022 ini.
“Yakin lah. Kalau nggak ya berati ngedoain mereka secara tidak langsung tidak lulus,” katanya.
Subadri Ushuludin menyebutkan, jumlah siswa SMP se Kota Serang yang ikut ujian itu sebanyak 9.023 siswa yang tersebar di 76 SMPN dan SMP swasta di Kota Serang.
“Di SMPN 1 Kota Serang ada 443 siswa,” sebut Subadri Ushuludin.
Kepala SMPN 1 Serang Sanyata Jaka Santoso mengatakan, pelaksanaan ujian sekolah di SMPN 1 Serang menggunakan hybrid learning.
Baca Juga: Kerap Berjualan Melebihi Batas Waktu yang Ditentukan, Satpol PP Lebak Tongkrongi Lokasi Pasar Subuh
Hybrid learning adalah penggabungkan antara teks dengan pemanfaatan e-learning.
“Jadi siswanya membaca secara teks print out, kemudian dia mengerjakan di LMS atau learning manajemen sistem, e-learning,” kata Sanyata Jaka, kepada Bantenraya.com.
Baca Juga: MENYERAMKAN! Cerita Sewu Dino Terlengkap, Kisah Nyata Kutukan 1000 Hari, Karya SimpleMan
Sanyata Jaka menjelaskan, penggunaan hybrid learning sebagai bentuk antisipasi karena jika full dalam jaringan (daring), dan full menggunakan LMS soal ujiannya terlalu panjang, sehingga terkadang siswa mengalami kesulitan untuk lebih teliti.
“Makanya kemudian kita gunakan hybrid. Mengerjakannya menggunakan LMS. Personal computer (PC)nya boleh hape, boleh laptop. Dan yang tidak memiliki infrastruktur seperti hape, dan laptop. Kita fasilitasi di laboratorium,” jelas dia.
Baca Juga: Warga Terdampak Perluasan Stasiun Rangkasbitung Menolak Harga Tanah yang Ditetapkan Tim Apprasial
Sanyata Jaka menuturkan, untuk siswa yang menggunakan hape, jaringannya dibebankan kepada orang tua murid.
“Jadi hape itu sudah diisi dengan kuota dan full batre,” tuturnya.
Sanyata Jaka menerangkan, SMPN 1 Serang pun mengantisipasi bila mana terjadi masalah, misalnya tiba-tiba saja kuota hape siswa habis.
Baca Juga: Sabu Pesanan Napi Akan Diedarkan di Lapas Cilegon
“Kalau ada masalah misalnya, saat kuota habis tetap kita langsung larikan di laboratorium. Jadi semua terfasilitasi,” akunya.
Berdasarkan pantauan Bantenraya.com, monitoring Wakil Walikota Subadri Ushuludin didampingi Kepala Dindikbud Kota Serang Alpedi beserta jajarannya.***



















