BANTENRAYA.COM – Prosesi pemakaman jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Akleh diwarnai aksi kekerasan yang dilakukan oleh pasukan Israel.
Saat peti mati jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Akleh dibawa meninggalkan rumah sakit Perancis di Palestina menuju pemakaman, pasukan Israel telah menunggu di luar dan berusaha untuk menghalangi pemakaman tersebut.
Tidak sampai di situ, pasukan Israel menyerang dan memukuli para pelayat yang membawa jenazah jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Akleh.
Baca Juga: Link Baca One Piece Chapter 1049: Flame Cloud Menghilang, Kaido Berakhir Kalah!
Al Jazeera yang menyiarkan secara langsung prosesi pemakaman jurnalis veteran tersebut terkaget dan tidak mempercayai hal itu akan terjadi.
Atas insiden tersebut Al Jazeera mengutuk pasukan Israel dan mengatakan Israel telah melanggar semua norma dan hukum Insternasional.
Menurut kesaksian jurnalis dan fotografer 972mag Oren Ziv yang berada pada lokasi, melalui akun Twitternya @OrenZiv_ memberikan kesaksikannya bagiamana hal tersebut bisa terjadi.
Baca Juga: 10 Kode Big Promo GrabCar, GrabBike, GrabFood dan Grabmart, Ada yang Diskon Sampai 99 Persen
Dari cuitannya Oren Ziv menceritakan selama ia bertugas menjadi fotografer, pemakaman Shireen merupakan momen yang tersuli untuk disaksikan.
“I documented many protests and funerals as a photographer, but the brutal attack of the Israeli police against the family & colleagues carrying the coffin of #ShireenAbuAkleh was one of the hardest moments I witnessed and documented (Saya mendokumentasikan banyak protes dan pemakaman sebagai fotografer, tetapi serangan brutal polisi Israel terhadap keluarga dan kolega yang membawa peti mati Shireen Abu Akleh adalah salah satu momen tersulit yang saya saksikan dan dokumentasikan),” tulis Oren Ziv.
Kemudian, Oren Ziv mengatakan bahwa ia tidak menyangka hal itu akan terjadi.
“I have no expectations from the police, which on this sad day chose to act violently (Saya tidak punya ekspektasi apa-apa dari polisi, yang di hari menyedihkan ini memilih untuk bertindak kasar),” ujar Oren Ziv.
Selanjutnya, ia menyatakan bahwa tindakan brutal polisi Israel itu tidak hanya pada saat di rumah sakit tetap sepanjang pemakaman.
Baca Juga: Link Nonton Drakor Tomorrow Episode 14 Sub Indo, Lengkap dengan Spoiler dan Jam Tayang
“Not only in the hospital but throughout the funeral, they were blocking people who wanted to join the service from entering the old city & confiscating flags & signs #ShireenAbuAkleh (Tidak hanya di rumah sakit tetapi sepanjang pemakaman, mereka memblokir orang-orang yang ingin bergabung dengan layanan memasuki kota tua, menyita bendera dan tana Shireen Abu Akleh),” ungkap Oren Ziv dikutip bantenraya.com dari akun Twiiter @OrenZiv_.***















