BANTENRAYA.COM – Berikut contoh atau referensi teks khutbah Idul Fitri 1443 H 2022, dengan tema menguatkan persaudaraan dan saling memaafkan.
Setelah berpuasa satu bulan penuh di bulan Ramadhan, tentunya umat muslim akan merayakan hari kemenangan Idul Fitri.
Hari kemenangan ini disebut Hari Raya Idul Fitri, momen lebaran ini tentunya sangat dinantikan oleh umat muslim.
Baca Juga: Link Nonton Drakor Love All Play Episode 3 Sub Indo, Lengkap dengan Spoiler dan Jadwal Tayang
Alhamdulillah, Hari Raya Idul Fitri 1443 H 2022 sebentar lagi akan menghampiri kita semua.
Di mana Hari Raya Idul Fitri 1443 H diprediksi akan jatuh antara pada Senin atau Selasa, 2-3 Mei 2022.
Saat Lebaran biasanya para penceramah akan menyampaikan khutbah Idul Fitri usai melaksanakan sholat ied.
Baca Juga: Chip Ramadan Gratis Hingga 81B, Ini Kode Penukaran Higgs Domino Island 28 April 2022
Untuk itu, berikut contoh teks khutbah Idul Fitri 1443 H 2022, dengan tema menguatkan persaudaraan dan saling memaafkan sebagai referensi penceramah dikutip dari mui.or.id.
Puja dan puji syukur marilah senantiasa kita panjatkan kahadlirat Allah SWT.
Karena berkah, taufiq, hidayah dan ma’unahNya kita semua masih diberi kesempatan untuk menghirup udaraNya dan beribadah kepadaNya.
Baca Juga: Daftar Link CCTV Mudik Lebaran 2022, Bisa Pantau Kondisi Terkini Sebelum Berangkat
Shalatullah wa salamuhu semoga tetap tercurahkan keharibaannya yang suci nan ma’shum junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW.
Berikut para keluarga, sahabat, tabi’in, tabi’ tabi’in, ulama waratsatul ambiya’ hingga kekita semua, mudah mudahan kita tetap diakui sebagai umat baginda Rasulillah Muhammad Saw. Dan mendapatkan syafa’at di yaumil akhir kelak.
Allahumma Amien
Melalui mimbar khutbah Idul Fitri yang mulya ini, kami mengajak seluruh jama’ah shalat ied untuk senantiasa meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT.
Baca Juga: Hukum Memberikan Zakat Fitrah Sekeluarga Kepada Satu Orang
Yaitu dengan melaksanakan apa yang diperintahkanNya dan menjauhi apa yang dilarangNya.
Idul Fitri adalah momentum untuk saling memaafkan, menebar salam, dan meneguhkan persaudaraan, penjelasannya adalah sebagaimana.
Pertama, Idul Fitri adalah momentum untuk saling memaafkan.
Dalam Islam ada haqqullah atau hak Allah dan ada haqqul adami atau hak manusia, dosa dan kesalahan manusia kepada Allah SWT.
Menimbulkan hak bagi Allah SWT. untuk menuntut permohonan ampunan dan taubat dari manusia.
Dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara kita pasti tidak luput dari berbuat khilaf, dosa dan salah kepada sesama.
Allah Swt tidak akan mengampuni dosa dan kesalahan yang kita lakukan terhadap sesama jika kita tidak mau minta maaf kepada yang bersangkutan.
Lahirlah diksi ungkapan idul fitri yang sangat populer, mohon maaf lahir dan batin, sebuah ungkapan permohonan maaf kepada sesama.
Baca Juga: Tarif Manggung Tri Suaka Beredar, 1 Jam Rp50 Juta Plus Rokok 1 Slop
Adakalanya kita memohon maaf kepada orang lain namun adakalanya kita membuka pintu maaf untuk orang lain. Allah Swt. berfirman dalam Alquran Surat Al Imran ayat 143
Artinya:
(yaitu) orang-orang yang menginfaqkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (QS. Al ‘Imran : 134)
Diksi memaafkan dalam ayat diatas didahului dengan diksi menahan amarah, seseorang tidak mau memaafkan kesalahan orang lain karena tidak mampu menahan amarahnya, dan ini bukanlah sifat orang beriman.
Baca Juga: Nilai Harta Kekayaan Bupati Bogor Ade Yasin yang Kena OTT KPK, Punya Tanah hingga Mobil BMW
Allah SWT sendiri adalah Maha Pemaaf. Allah Swt juga mencirikan orang-orang yang beriman sebagai orang yang apabila marah mau memberi maaf.
Rasulullah Muhammad SAW bersabda:
َم ْنصاََم َرَمضا َناْيماناً َوا ْحهتساباً ُغفرلهُماَتقَّدَم هم ْندْنبه
Artinya: Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan atas dasar keimanan dan mengharap ridla Allah maka diampuni dosa-dosanya yang telah lewat. (HR. Muslim)
Terampuni dosa-dosa di sini adalah اللَّّ َح ُّق (haq Allah) atau hubungan manusia dengan Allah Swt.
Sedangkan apabila terjadi kekhilafan, dosa dan kesalahan antar sesama manusia, maka akan terampuni apabila mereka saling memaafkan, saling ridha-meridhai.
Oleh sebab itu mari kita buang sifat sombong dan egois kita untuk senantiasa membuka pintu maaf dan memohon maaf jika ada khilaf, dosa dan kesalahan kita.
Baca Juga: Operasi Ketupat Maung, Polri Siapkan 4 Langkah Antisipasi Mudik Lebaran 2022
Kedua, Idul Fitri adalah momentum untuk menebarkan salam (cinta, kasih sayang dan kedamaian).
Islam hadir sebagai agama cinta, kasih sayang dan kedamaian yang dapat memberikan kesejahteraan atau rahmat bagi seluruh alam. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al Qur’an Surat Al Anbiya ayat 107:
Artinya: Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. (QS. Al Anbiya’: 107)
Diutusnya Nabi Muhammad SAW ke dunia sebagai rahmat bagi alam semesta, bentuk cinta dan kasih sayang Allah SWT kepada manusia dan makhluk yang lainnya.
Baca Juga: Disahkan Puan Maharani, UU TPKS Menguatkan Aturan Sebelumnya
Rasulullah Muhammad SAW Adalah anugerah dari Allah SWT untuk menebarkan kedamaian dimuka bumi, membangun kemashlahatan bagi umat manusia, menentramkan dan membahagiakan umat manusia serta makhluk Allah lainnya.
Rasulullah Muhammad SAW Bersabda:
لاَيُْؤهمُنأََحُدُكْم َحتَّىيُهح َّبلأَهخْيه َمايُهح ُّبهلنَْفهسه
Artinya:Tidak beriman seorang di antara kalian sehingga mencintai apa untuk saudaranya sebagaimana mencintai untuk dirinya sendiri.
Baca Juga: Arti Kata Lokotre yang Sebenarnya, Bahasa Gaul yang Sedang Viral di TikTok
Hidup rukun dengan hati damai dan bersih, tutur kata dan sapa yang ramah dan santun, sikap empati dan simpati, serta perilaku yang berlandaskan budi pekerti luhur.
Kehidupan sosial tanpa kebencian dan permusuhan, tanpa iri hati, dengki dan prasangka buruk.
Islam hanya mengajarkan kepada kita semua untuk senantiasa menebarkan salam, cinta, kasih sayang dan kedamaian. Allah SWT Berfirman dalam Al Qur’an;
Baca Juga: Link Download Minecraft Bedrock Edition Terbaru untuk HP Android Aman dan Gratis
Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat. (QS. Al Hujurat : 10)
Dalam Tafsir Fathul Qadir, Imam Asy Syaukani menjelaskan bahwa ayat ini menjadi penegasan pentingnya hidup damai yang dititikberatkan pada keimanan seseorang.
Jika ada perselisihan, maka harus dicari solusi terbaik untuk mendamaikannya. Jangan sampai ada konflik, darah yang mengalir atau pembunuhan, sebab orang Islam membunuh orang Islam itu dihukumi kafir.
Baca Juga: Anies Baswedan: Sirkuit Formula E Hampir Tuntas, Siap Jadi Tuan Rumah Acara Internasional
Imam Fahruddin Ar Razi dalam Tafsir Mafatihul Ghaib juga memberikan penjelasan bahwa ayat di atas sebagai penyempurna atas petunjuk kehidupan yang damai penuh cinta dan kasih sayang, paling utama dalam hidup adalah persaudaraan, tidak ada konflik dan permusuhan apalagi perang.
Ketiga, Idul Fitri adalah momentum untuk meneguhkan persaudaraan. Makna Idul Fitri selanjutnya adalah meneguhkan persaudaraan, diawali dengan saling memaafkan.
Bersedia berkunjung dan bersilaturahim dengan saudara, kerabat, sejawat, tetangga dan masyarakat luas, mempererat harmonisasi sosial, menyambung kembali dengan saudara yang terputus persaudaraannya, sebagaimana Rasulullah Muhammad SAW Bersabda;
َ
Baca Juga: Laba Terbang Tinggi, Saham BBRI Melesat Cetak All Time High
Barangsiapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan usiannya maka hendaknya menyambung kasih sayang atau persaudaraan. (HR. Bukhari dan Muslim).
Dalam Islam ada trilogi ukhuwah, yaitu persaudaraan karena seiman dan seakidah (ukhuwah Islamiyah), persaudaraan karena sebangsa dan setanah air (ukhuwah wathaniyah) dan persaudaraan karena sesama manusia (ukhuwah basyariyah atau insaniyah).
Begitu pentingnya persaudaraan ini sampai kita dilarang keras menebarkan aib saudara kita, yang sudah jelas aib atau kesalahan saja dilarang disebarkan apalagi yang masih belum jelas aib dan kesalahan siapa.
Baca Juga: ANTI RIBET! Cara Cek Penerima BSU 2022 untuk 8,8 juta Pekerja yang Cair Sebelum Lebaran
Penyebaran aib seseorang atau sekelompok orang hanya akan melahirkan amarah, dendam, kebencian dan permusuhan bahkan konflik diantara sesama anak manusia. Rasulullah Muhammad SAW bersabda;
“Siapa pun yang yang menutupi aib saudara muslimnya, maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat. Dan Allah melindung mereka yang sedang melindungi saudaranya,”
Semoga Allah SWT menjadikan kita semua sebagai orang-orang yang saling memaafkan, senang bersilaturahim, selalu menebarkan cinta, kasih sayang dan kedamaian pada sesama, serta terus berupaya untuk meneguhkan persaudaraan.
Baca Juga: H-7 Lebaran, 1,5 Juta Warga Telah Mudik dengan Kereta Api
Allahumma Amien
Itulah contoh atau referensi teks khutbah Idul Fitri 1443 H 2022, dengan tema menguatkan persaudaraan dan saling memaafkan. ***



















