BANTENRAYA.COM – Salah satu tradisi umat Islam di Indonesia pada Hari Raya Idul Fitri yaitu meminta maaf antara pihak yang satu terhadap pihak yang lain atau saling memaafakan.
Namun jangan salah kaprah meminta maaf pada Hari Raya Idul Fitri untuk di beberapa negara seperti di Mesir, Maroko, dan Sudan tradisi tersebut tidak ada.
Lalu bagaimana hukum meminta maaf pada saat Hari Raya Idul Fitri dan bagaimana kalau tidak melakukannya. Berikut ini penjelasan Ustadz Abdul Somad atau UAS saat berbincang dengan Abdullah Gymnastiar atau AA Gym.
“Tentang masalah minta maaf tidak harus menunggu Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin itu adalah tradisi kita,” ujar UAS menjawab pertanyaan AA Gym dikutip Bantenraya.com dari akun youtube Semuthitam TV, Rabu 27 April 2022.
Baca Juga: 15 Link Twibbon Hari Jadi Kota Cilegon ke-23, Desain Kekinian dan Keren, Cocok Dipasang di Medsos
UAS menjelaskan, pada saat ia tinggal di Mesir dan di Maroko termasuk di Sudah mereka tidak terbiasa meminta maaf pada saat Idul Fitri.
“Jadi minta maaf itu setelah kita melakukan kekhilafan atau kesalahan, tapi tradisi minta maaf saat Idul Fitri itu baik bukan berarti bid’ah, artinya kalau sekarang kita tidak bisa ketemu kita hanya meninggalkan tradisi dan bukan meninggalkan syariat Islam,” katanya.
Lalu bagaimana dengan ucapan taqabbalallahu minna wa minkum? UAS mengaku terbisa mengucapkan taqabbalallahu minna wa minkum solihal a’mal yang artinya “Semoga Allah menerima amal kamu dan amal saleh saya”.
“Adapun ucapan sebagian orang minal ‘aidin kata tersebut diambil dari kata Idul Fitri ada yaudu audan atau kembali ke fitrah. Yang dimaksud fitrah adalah fitratul Islam kata Abu Hurairah,” tuturnya.
Sedangkan untuk kalimat wal faizin, lanjut UAS diambil dari ayat innal muttaqina mafaja yang artinya “Sesungguhnya orang yang taqwa itu menang”. “Jadi kalimat minal ‘aidin wal faizin ini jangan dibid’ahkan karena itu baik dan doa,” katanya.***

















