BANTENRAYA.COM – Pengemat politik Rocky Gerung menyoroti Partai Solidaritas Indonesia atau PSI yang menolak penundaan pemilu tapi mendukung 3 periode Presiden Joko Widodo atau Jokowi.
Menurut Rocky Gerung, hal tersebut sebuah kegilaan terlebih PSI merupakan partainya anak-anak muda.
Rocky Gerung menyampaikan, baik perpanjangan periodesasi dengan penundaan pemilu atau pun 3 periode Jokowi adalah hal yang bertentangan dengan konstitusi.
Baca Juga: Angelina Sondakh Putuskan Akhiri Karir Politik, Ini Alasannya..
Dikutip Bantenraya.com dari akun Tiktok @aniesbaswedanfc, Rocky Gerung menilai sikap PSI semakin aneh setelah salah satu pentolannya Faldo Maldini masuk kelingkaran atau sebagai staf bidang komunikasi dan media kepresidenan.
“Semakin b*g* saja semenjak Faldo masuk ke istana,” katanya dalam video.
“Kalau partai besar sudah biasa lah. Ini partai anak muda,” ujarnya.
Baca Juga: Profil dan Biodata Lengkap Tante Lala, Seleb TikTok yang Terkenal Sering Ngegas Saat Review Produk
Ia menilai, pernyataan menolak penundaan pemilu tapi mendukung 3 periode Jokowi bukan hanya sebagai statement yang aneh.
“Bukan sekedar aneh tapi dungu. Pada komentar terakhir kami menolak penundaan pemilu tapi kami mendukung 3 periode Jokowi,” ujarnya menirukan kometar PSI.
Dikutip dari berbagai sumber, lontaran komentar dukungan terhadap 3 periode Jokowi itu disampaikan Sekretaris Jenderal PSI Dea Tunggaesti. Alasannya PSI adalah partai yang cinta dan pengagum Jokowi.
“PSI mendukung dia kembali (Jokowi) terpilih. Namun harus melalui mekanisme amandemen konstitusi,” katanya.
Dengan amandemen itu, Menurut Dea, tidak hanya Jokowi saja. Namun, juga presiden 2 periode sebelumnya Susilo Bambanah Yudhoyono (SBY) bisa ikut kontestasi juga pada 2024 mendatang.
Baca Juga: Manokwari Tegang Pagi Ini, Jalan Diblokir Api dan Batang Kayu
“Ini pilihan adil, tidak hanya Jokowi. Namun SBY juga berlaga kembali. Tentunya nanti dengan mekanisme pemilu yang adil dan transparan,” pungkasnya. ***















