BANTENRAYA.COM – Fadli Zon terus memberikan kritik terkait dengan hilangnya nama Soeharto dalam Nomor 2 Tahun 2022 tentang Hari Penegakan Kedaulatan Negara.
Di Twitter, Fadli Zon mengungkap bahwa peran Soeharto dalam Serangan Umum 1 Maret 1949 terang benderang dibahas oleh para sejarawan sejak lama, di antaranya di tahun 2006.
Saat itu, Fadli Zon pernah menjadi ketua panitia dan moderator seminar Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) dengan tema Peran Strategi Diplomasi Internasional PDRI 1948-1949 dalam Mempertahankan Eksistensi RI di Dunia Internasional.
Seminar tersebut digelar pada 13 Juli 2006 di Hotel Le Meridien Jakarta.
Sejumlah tokoh dan sejarawan hadir seperti Soedarpo, Rosihan Anwar, Jusuf Ronodipuro, Islam Salim, Oetario, Des Alwi, juga sejarawan yg khusus meneliti PDRI, Dr. Mestika Zed.
Baca Juga: Tiket MotoGP Mandalika 2022 Ludes, Erick Thohir: Stand Tambahan Akan Dibuka untuk 500 Tiket
Momen itu diposting oleh Fadli Zon di twitternya melalui akun @fadlizon.
“Saya menjadi ketua panitia n moderator Seminar PDRI th 2006. Saksi sejarah banyak yg masih hidup. Ada Soedarpo, Rosihan Anwar, Jusuf Ronodipuro, Islam Salim, Oetario, Des Alwi, juga sejarawan yg khusus meneliti PDRI, Dr. Mestika Zed. Termasuk soal SU 1 Maret bagian dr PDRI,” kata Fadli Zon.
Postingan Fadli Zon tersebut menegaskan bahwa saat itu, tidak ada satu pun sejarawan dan tokoh yang meragukan peran Soeharto dalam Serangan Umum 1 Maret 1949 sebagai upaya mempertahankan eksistensi PDRI dengan merebut kembali Yogyakarta dari tangan sekutu.
Baca Juga: Sinopsis Ikatan Cinta 6 Maret 2022: Akhirnya Aldebaran Sadar, Nino Kena Hajar?
Berikut foto yang diunggah Fadli Zon tersebut.
Foto ini sudah dilike sebanyak 1.814 kali di diretweet 515 kali.
***


















